Membuka Taman Baca

Posted on Updated on

Pertanyaan yang paling sering diterima oleh 1001buku adalah: “Bagaimana caranya memulai dan membuka taman baca?”. Pertanyaan singkat yang jawabannya bisa sangat panjang dan berliku-liku. Hal ini bukan karena rumitnya membuka taman baca, tetapi karena cara memulai pendirian taman baca sangat bervariasi tergantung dari latar belakang dan situasi anda sendiri. Di artikel ini, mari kita kupas beberapa langkah-langkah singkat saat anda akan membuka taman baca.

1. Definisikan visi dan misi anda.book

Duh, bukannya itu hanya teori? Tidak. Sebagian besar kegagalan bertahannya taman baca adalah ketidakmampuan pengelolanya untuk menyadari apa yang menjadi tujuan dibukanya taman baca itu, dan ketidaksepahaman misi antar para pengelola dan relawan di sepanjang perjalanannya.

2. Tentukan lokasi taman baca anda.

Hal yang paling pertama yang perlu dijawab adalah, di mana anda akan membuka taman baca anda. Tentunya, lokasi yang anda tentukan harus sesuai dengan visi dan misi anda di atas. Seringkali, bahkan, anda baru dapat merumuskan visi dan misi anda setelah anda memiliki lokasi. Saat menentukan lokasi, anda harus memperhitungkan banyak faktor, termasuk luas ruangan, ketersediaan akses, dukungan masyarakat setempat, biaya, keamanan, dan lain sebagainya.

3. Tentukan target anda.

Lakukan pengamatan terhadap situasi keseharian dan demografi lokasi yang telah ditentukan. Apakah banyak anak-anak usia belajar membaca (kurang dari 9 tahun)? Apakah banyak anak usia membaca dan berimajinasi (9-12 tahun)? Ataukah justru usia remaja (hingga 18 tahun)? Apakah banyak pengangguran? Apakah banyak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan formal? Mana yang akan menjadi target anda?

4. Rencanakan organisasi anda.

Selanjutnya yang perlu anda tentukan adalah merencanakan organisasi anda. Apakah anda akan menjadi sebuah perkumpulan? Atau sekedar organisasi informal? Atau anda justru akan membuat Yayasan? Tiap bentuk organisasi akan memiliki konsekuensi hak dan kewajiban anda, baik dalam masa pembentukan maupun dalam operasionalnya.

Taman baca yang berkelanjutan adalah taman baca yang didukung oleh komunitas. Sebisa mungkin, jangan sampai anda berjuang sendiri. Galang dukungan dari relawan. Cari rekan-rekan yang sepaham dan bersedia berkarya bersama anda.  Atau, jika masalah biaya bukanlah masalah krusial bagi anda, rekrutlah pengelola yang dapat secara fokus menjalankan taman baca ini.

5. Susun anggaran.

Meskipun anda mungkin memulai dari sesuatu yang kecil dan sederhana, tetapi bukan berarti sebuah taman baca tidak membutuhkan biaya. Biaya yang timbul bisa dikategorikan sebagai biaya awal dan biaya operasional yang seringkali bersifat rutin. Kegagalan memperkirakan anggaran dapat berakibat tidak terkendalinya pengeluaran taman baca anda.

6. Rencanakan model pembiayaan operasional taman baca anda.

Setelah anda melakukan perhitungan anggaran, anda akan mempunyai bayangan, berapa sebenarnya pengeluaran yang harus dilakukan taman baca anda. Sampailah anda pada langkah untuk membuat rencana awal agar taman baca anda berkelanjutan, yaitu merencanakan model pembiayaan operasional taman baca anda.

Apakah anda akan bergantung pada kocek pribadi? Atau anda akan mengharapkan keseluruhan pada donasi? Atau sponsor perusahaan? Patungan sekampung? Mungkin anda perlu pikirkan cara-cara untuk mendapatkan pemasukan, tanpa harus mengorbankan idealisme anda untuk tetap berada pada jalur non-profit/nirlaba.

7. Urus perizinan.

Salah satu hal yang sering dilupakan adalah mengurus perizinan, mulai dari perizinan formal sampai sekedar meminta restu dari pemimpin masyarakat setempat. Hal ini sangat penting, karena anda membutuhkan dukungan mereka di berbagai waktu yang anda mungkin tidak akan terbayangkan sekarang.

8. Rencanakan koleksi buku anda

Nah, ini adalah waktu yang paling mengasyikkan bagi pengelola taman baca yang memang gemar buku: merencanakan koleksi. Yippiiii!

Koleksi buku untuk taman baca anda sangat bergantung pada misi dan visi anda, serta target yang sudah anda rencanakan. (Terasa kan, pentingnya pendefinisian misi dan visi di awal?). Seringkali, pelopor taman baca di awal pendiriannya menerima buku apapun. Akibatnya, taman baca anda tak akan ada bedanya dengan sekedar gudang buku. Akan sangat sulit mencapai misi taman baca anda dengan modal seperti ini. Bayangkan, anak yang tak suka membaca, ternyata harus menghadapi tumpukan buku-buku materi kuliah. Atau, remaja-remaja yang butuh keterampilan ternyata disuguhi cerita-cerita dongeng. Dan ternyata, lebih dari 30% taman baca yang baru berdiri dan mendaftarkan diri ke 1001buku selama 5 tahun terakhir selalu melakukan kesalahan ini!

Setelah anda merencanakan koleksi yang dibutuhkan, maka lakukanlah pengadaan buku-buku tersebut. Anda bisa mulai dari koleksi buku pribadi anda sendiri, berburu buku murah dan/atau bekas dari pameran buku, hingga penerimaan donasi buku.

9. Galang Dukungan

Bentuk sebuah komunitas, atau bekerja samalah dengan komunitas yang sudah mapan. Hubungi pemuka masyarakat setempat. Umumkan ke sekolah-sekolah sekitar. Beritakan kepada rekan-rekan kerja anda.  Buat proposal untuk mendapat dukungan dari berbagai institusi. Segala bentuk dukungan perlu dirancang dan dieksekusi dengan cermat. Hanya saja, anda harus berhati-hati. Terlalu banyak/sering permintaan dukungan tanpa bukti karya nyata akan berakibat ketidakpercayaan dari donatur dan antipati.

Dukungan dapat berupa sumber daya manusia, termasuk untuk mendapatkan relawan, donasi buku, fasilitas, hingga berupa uang. Ingat, tiap dukungan yang diberikan adalah amanah; anda wajib memberikan laporan pertanggung jawaban kepada mereka yang telah berkontribusi.

10. Rencanakan operasional taman baca anda.

Rencanakan secara bagaimana taman baca anda akan beroperasi. Mulai dari rencana jam buka taman baca anda, rencana penataan ruang, rencana aktivitas, hingga target-target taman baca anda selama periode waktu tertentu.

11. Komunikasikan keberadaan taman baca anda.

Setelah taman baca anda siap untuk dibuka, jangan lupa komunikasikan keberadaan taman baca anda. Kabari tetangga sekitar taman baca, sekolah-sekolah setempat, dan komunitas-komunitas terkait. Jika memungkinkan, buatlah sebuah situs sederhana, baik berbentuk blog, akun media social seperti facebook/twitter, dan jangan lupa berjejaring dengan taman baca anak lain di Komunitas 1001buku!

pict0016Written by Ical

sumber : http://www.1001buku.or.id/r2/index.php/berita-dan-agenda/kumpulan-artikel/artikel-pengelolaan-taman-baca/38-membuka-taman-baca

Langkah-langkah Membuka Taman Bacaan

Posted on Updated on

pict0003Taman Bacaan, atau penyewaan buku memang sebuah peluang usaha yang cukup menggiurkan. Pasalnya, saat ini untuk membeli sebuah buku, seseorang diharuskan untuk merogoh koceknya dalam-dalam. Mungkin hal itu, bukan lah masalah untuk orang dari kalangan mampu, tetapi untk kalangan tak berada, itu menjadi kendala tersediri dalam belajar.

Nah, jika ingin memulai usaha ini, kita mesti menentukan dulu siapa yang dijadikan target pasar. Memang yang paling menjanjikan adala kalangan mahasiswa dan para penggemar komik. Selain tiu, kita juga bisa membidik para penggemar fiksi dan majalah.

Pemilihan target menjadi pertimbangan Kita dalam menyediakan jenis buku yang disewakan nanti, plus lokasi usaha. Jika targetnya mahasiswa, lokasi dekat kampus atau kawasan kos, tentu lebih menguntungkan.

Sementara itu, mengenai tempat usaha yang dibutuhkan untuk usaha ini sebenarnya tidak terlalu besar. Dengan ruangan hanya 3×3 meter saja sudah cukup. Namun, lebih besar memang akan lebih baik, mengingat jumlah koleksi yan dipajang dari tahun ke tahun pasti akan bertambah banyak.

Untuk buku-bukunya sendiri, kita bisa menggunakan sistem kerjasama dengan para penyuplai  buku. Ya, setelah lokasi didapat, kita bisa segera menghubungi penerbit untuk mencari stok awal barang. Dengan membeli langsung ke penerbit, kita bisa mendapatkan buku dengan harga lebih murah.

Namun, jika penerbit sulit ditembus, kita bisa mengambil alternatif lain dengan membelinya dari agen-agen yang pasti ada di setiap kota. Untuk melengkapinya, kita juga bisa memasukkan koleksi buku-buku kita yang tersimpan di rumah atau memberli di toko-toko buku. JIka ada teman yang memiliki banyak koleksi itu tentunya akan lebih baik.

Karena, semakin banyak buku, akan semakin memperkaya koleksi taman bacaan kita. Apalagi usaha ini bukan tanpa pesaing. Setiap tahunnya, penyedia rental komik dan novel selalu bertambah. Itu sebabnya kita perlu memikirkan strategi bisnis untuk membuat usaha ini terus berjalan dan memiliki banyak pelanggan.

Kita juga bisa menyiasati dengan memberikan kesempatan untuk menjadi member atau anggota di taman bacaan. Beri iming-iming, jika menjadi anggota, para pelanggan akan mendapatkan keistimewaan tersendiri, berupa fasilitas diskon atau pemberitahuan adanya koleksi terbaru via sms atau e-mail.

Nah, soal kunci sukses usaha ini, selain kelengkapan koleksi buku yang disewakan, adalah pada pelayanan. Usahakan agar para pelanggan di taman bacaan tidak kecewa dengan kualitas pelayanan. Dalam hal ini adalah sikap ramah dan santun dari pegawai. Jika tempat usaha Kita cukup luas, Kita bisa menyediakan kursi atau sofa untuk pengunjung yang ingin membaca di tempat. Dengan menjaga  kualitas, pelanggan akan merasa senang dan puas, berada di taman bacaan Kita.

sumber : http://www.neraca.co.id/peluang-usaha/37570/Langkahlangkah-Membuka-Taman-Bacaan

Daftar lengkap UMK 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat

Posted on

Berikut daftar lengkap UMK 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat sesuai dengan keputusan Gubernur Jabar Nomor 561/Kep.1581-Bangsos/2014 tentang UMK di Provinsi Jawa Barat tahun 2015. Disahkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Jumat (21/11/2014).

Nilai UMK tertinggi yaitu Kabupaten Karawang (Rp 2.957.450), terendah Kabupaten Ciamis (Rp 1.131.862)

Jumlah Kabupaten kota yang UMK-nya telah mencapai KHL atau lebih ada 23 kabupaten, dimana Kabupaten Purwakarta menjadi kabupaten yang capaian UMK terhadap KHL-nya tertinggi yaitu 132,95 persen.

Empat kabupaten kota yang UMK-nya masih di bawah KHL yaitu Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Garut. Rata-rata kenaikan rata-rata UMK di Jabar yaitu 16,18 persen.

1. Kota Bandung Rp 2.310.000 (naik Rp 310.000 atau 15,5 persen dari 2014 Rp 2.000.000)
2. Kota Cimahi Rp 2.001.200 (naik Rp 265.727 atau 15,31 persen dari 2014 Rp 1.735.473)
3. Kabupaten Bandung Rp 2.001.195 (naik Rp 265.722 atau 15,31 persen dari 2014 Rp 1.735.473)
4. Kabupaten Bandung Barat Rp 2.004.637 (naik Rp 266.161 atau 15,31 persen dari 2014 Rp 1.738.476)
5. Kabupaten Sumedang Rp 2.001.195 (naik Rp 265.722 atau 15,31 persen dari 2014 Rp 1.735.473)
6. Kabupaten Subang Rp 1.900.000 (naik Rp 322.041 atau 20,41 persen dari 2014 Rp 1.577.959)
7. Kabupaten Purwakarta Rp 2.600.000 (naik Rp 500.000 atau 23,81 persen dari 2014 Rp 2.100.000)
8. Kabupaten Karawang Rp 2.957.450 (naik Rp 510.000 atau 20,84 persen dari 2014 Rp 2.447.450)
9. Kabupaten Bekasi Rp 2.840.000 (naik Rp 392.555 atau 16,04 persen dari 2014 Rp 2.447.445)
10. Kota Bekasi Rp 2.954.031 (naik Rp 512.077 atau 20,97 persen dari 2014 Rp 2.441.954)
11. Kota Depok Rp 2.705.000 (naik Rp 308.000 atau 12,85 persen dari 2014 Rp 2.397.000)
12. Kabupaten Bogor Rp 2.590.000 (naik Rp 347.760 atau 15,51 persen dari 2014 Rp 2.242.240)
13. Kota Bogor Rp 2.658.155 (naik Rp 305.805 atau 13 persen dari 2014 Rp 2.352.350)
14. Kab Sukabumi Rp 1.940.000 (naik Rp 374.078 atau 23,89 persen dari 2014 Rp 1.565.922)
15. Kota Sukabumi Rp 1.572.000 (naik Rp 222.000 atau 16,44 persen dari 2014 Rp 1.350.000)
16. Kab Cianjur Rp 1.600.000 (naik Rp 100.000 atau 6,67 persen dari 2014 Rp 1.500.000)
17. Kab Garut Rp 1.250.000 (naik Rp 165.000 atau 15,21 persen dari 2014 Rp 1.085.000)
18. Kab Tasikmalaya Rp 1.435.000 (naik Rp 155.671 atau 12,17 persen dari 2014 Rp 1.279.329)
19. Kota Tasikmalaya Rp 1.450.000 (naik Rp 213.000 atau 17,22 persen dari 2014 Rp 1.237.000)
20. Kab Ciamis Rp 1.131.862 (naik Rp 90.934 atau 8,74 persen dari 2014 Rp 1.040.928)
21. Kota Banjar Rp 1.168.000 (naik Rp 143.000 atau 13,95 persen dari 2014 Rp 1.025.000)
22. Kab Majalengka Rp 1.245.000 (naik Rp 245.000 atau 24,5 persen dari 2014 Rp 1.000.000)
23. Kab Cirebon Rp 1.400.000 (naik Rp 187.250 atau 15,44 persen dari 2014 Rp 1.212.750)
24. Kota Cirebon Rp 1.415.000 (naik Rp 188.500 atau 15,37 persen dari 2014 Rp 1.226.500)
25. Kab Kuningan Rp 1.206.000 (naik Rp 204.000 atau 20,36 persen dari 2014 Rp 1.002.000)
26. Kab Indramayu Rp 1.465.000 (naik Rp 188.680 atau 14,78 persen dari 2014 Rp 1.276.320)
27 Kab Pangandaran Rp 1.165.000 (naik Rp 124.074 atau 11,92 persen dari 2014 Rp 1.040.928)