Resensi

kisahsuksesgoogle.jpg

 

Judul  : Kisah Sukses Google; Bisnis, Media, dan Teknologi Terhangat Saat Ini
Penulis  : David A. Vise dan Mark Malseed
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Tahun  : 2006
Genre  : Bisnis Teknologi Informasi
Tebal  : 364 Halaman
ISBN  : 978-979-22-2283-8

 

 

 

 

 

Ketika anda memutuskan untuk berkompetisi di dunia bisnis atau organisasi apapun, kunci keberhasilannya pada era informasi saat ini adalah Internet. Karena Internet adalah media dunia maya tanpa batas yang memfasilitasi segalanya menjadi semakin mudah, murah, cepat, dan interaktif.

Pada dekade sebelum Internet booming secara global, industri komputer, khususnya perangkat lunak hanya terdikte oleh Microsoft Corporation dengan Windows dan software lain jualannya Microsoft saja. Perusahaan perangkat lunak raksasa tersebut sudah begitu menggurita dan dikenal di dunia bisnis Teknologi Informasi, bahkan juga di alam bawah sadar kita sebagai orang awam yang notabene adalah pengguna atau pembeli biasa.

Microsoft adalah vendor perangkat lunak terbesar dunia yang bisa dan biasa semena-mena, bahkan sering mencaplok lawan main agar menjadi bagian dari dirinya. Tapi Bill Gates –pendiri Microsoft– sedikit “telat” dalam penguasaan media jagad maya (internet). Oleh karena itu, jika bicara tentang bisnis media Internet, Google is the King of all Kings saat ini. Seperti ada penyataan bahwa Internet adalah Google dan Google adalah Internet.

Google –didirikan oleh Sergey Brin dan Larry Page– adalah organisasi yang berevolusi sekaligus merevolusi supremasi dunia Internet secara mencengangkan. Belum pernah ada perusahaan sejenis sampai saat ini yang begitu serius menggarap lahan, sekaligus telah memetik buah manis dari ladang tanpa batas dunia maya ini.

Diceritakan juga dalam buku ini, bahwa nilai pasar saham Google sekarang adalah lebih besar dari nilai pasar saham The Walt Disney Company dan General Motors Corporation digabung keseluruhan. Sebagai informasi, Walt Disney sudah berdiri sejak 1923, dan General Motors sejak 1908. Jadi mereka adalah perusahaan yang telah berkuasa hampir 100 tahun. Dan Google baru saja mulai pada 1998. UNBELIEVABLE!!!

Beberapa fakta mengapa Google menjadi mimpi buruk Gates juga dibahas dalam buku ini. Seperti, ketika dengan sinis Gates menepis pertanyaan yang berkaitan dengan kesuksesan Google dari para wartawan dan pakar komputer pada suatu konferensi, yang intinya; Google itu hanyalah ide baru yang masih hangat, setiap investor akan tertarik berinvestasi atas lembar saham “Search Engine” ini berapa pun harganya. Dan tentu saja itu normal, karena Microsoft pun pernah mengalami satu dekade kedigdayaan seperti itu.

Pada perjalanan kisah sukses Google dalam buku ini, David A. Vise –penulis pemenang Pulitzer Prize– dan Mark Malseed mengkombinasikan kemampuannya berdua untuk menghasilkan karya cerdas dan mencerdaskan bagi para pemerhati di bidang bisnis, media, dan teknologi saat ini.

Kedua penulis juga menelusuri bagaimana slogan informal “Don’t Be Evil” alias “Jangan Menjadi Jahat” begitu menjabat erat dan mempengaruhi ide-ide para Google Guys yang bekerja secara luar biasa giat dan sangat out of the box di Googleplex –tempat bekerja paling seru di seluruh dunia. Selanjutnya, pemahaman atas bagaimana “Mesin Pencari” ini dapat menggali potensi usaha anda lebih dalam dan menjadikannya selangkah lebih maju atas penguasaan pasar melalui dimensi teknologi informasi juga diaspirasikan oleh buku ini secara brilliant.

Satu hal lagi, setelah membaca buku ini, pastikan apakah Google tetap layak berkibar dengan bendera Don’t Be Evil-nya itu? Dan bagaimana kelanjutan pertarungan antara Google dan Microsoft yang semakin santer tanpa penghujung? Bersiaplah terinspirasi! Highly Recommended Book! (IF)

3 Tanggapan to this post.

  1. Posted by marjunul on 17 Januari 2008 at 12:39 am

    iya ya.. mereka udah di puncak tinggi, kita masih omongin harga kedelai, minyak..he he.

    Balas

  2. Posted by wisatabaca on 17 Januari 2008 at 10:22 am

    Opini saya mengatakan bahwa proses belajar mengajar yang ditanamkan sejak TK sampai perguruan tinggi menunjukan fakta bahwa sebagian besar kita membaca buku hanya untuk mencapai pendidikan yang dicita-citakan. Umumnya kegiatan membaca hanyalah untuk lulus ujian dan naik kelas. Terbukti hanya 30% saja orang Indonesia yang mau mengkoleksi dan membaca buku-buku berkualitas. Selebihnya, 70% mereka lebih memilih untuk menghidupi keperluan sehari-hari ketimbang membeli dan membaca buku…………….
    Kalo begini terus, kapan majunya ya………?

    Balas

  3. Posted by anakgedangan on 11 April 2008 at 11:06 pm

    Dia memang hebat. Kapan putra Indonesia dapat sejajar dengannya? rupanya masih jauh. Karena peningkatan mutu pendidikan di negara kita baru sebatas komuditas politik. belum dipikir dan dilaksanakan beberan.

    Balas

Tanggapi posting ini