SEMUA BERMULA DARI CINTA

pict0001Rabu siang itu telah menjadi sejarah tak terlupakan bagi anak-anak wisatabaca. Meskipun hujan turun membawa petir dari langit, meskipun jalan telah diselimuti banjir setinggi lutut bocah, ternyata masih ada yang membagikan secercah kepedulian.

Ditengah guyuran hujan kala itu, wisatabaca kedatangan seorang tamu. Penampilan mereka sederhana. Pun sikap mereka apa adanya. Tapi ada cahaya di sana. Ada yang memancar dari orang-orang sederhana yang mendukung aktivitas baca. Wajahnya bersahaja. Mereka mengeja hidup agar tetap peduli pada sesama. Betul-betul seperti mimpi. Terasa sampai detik ini.

Merenungi sejarah siang itu, saya jadi teringat sebuah film, judulnya “Bed of Rose”. Dalam film itu, dikisahkan seorang laki-laki pemilik toko bunga. Dia sering keliling kota, melihat-lihat aktivitas warga. Jika ketemu seorang warga sedang dirundung duka, dia akan menghantarkan sendiri rangkaian bunga itu, dengan harapan orang yang sedang sedih itu akan kembali bersemangat dan gembira.”Di situlah sensasinya. Saya baru merasa bahwa hal-hal kecil kadang sering tidak kita pikirkan, bahwa itu bisa membuat orang lain merasa bahagia dan kembali semangat,” katanya. Ya, hal-hal kecil. Itulah yang mungkin sering terjadi di sekeliling kita. Namun sering juga kita abaikan.

Pada dasarnya itulah cinta dan kepedulian. Ya, dengannya kita bisa bagikan kebahagiaan. Maka, jika di dalam hati kita tidak ada niat ikhlas untuk berbagi atau saling memberi, kebahagiaan itu tidak akan dapat kita temukan. Ternyata, kebahagiaan memang bukan dicari, melainkan diciptakan oleh hati kita, yang bisa ditebar di mana-mana. Ya, semua bermula dari diri kita sendiri. Semua bermula dari “cinta”.

Tanggapi posting ini