Buku Bacaan untuk Para Petani

http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/28/0426231/buku.bacaan.untuk.para.petani

pict0033MAGELANG, MINGGU —

Rumah Baca “Komunitas Merapi” di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, membuka akses buku-buku bacaan untuk anak-anak dan para petani setempat.

“Warga dusun juga butuh bacaan bermutu. Rumah baca ini diharapkan dapat membantu mereka, anak-anak dan petani,” kata Sukisno, penanggung jawab Rumah Baca “Komunitas Merapi” Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jateng, di Magelang, Sabtu.

Ia menjelaskan, pembangunan rumah baca tersebut dipelopori komunitas publik milis yang bernama “Komunitas Merapi”. Beberapa waktu lalu, milis “Komunitas Merapi” meluncurkan buku kumpulan cerita pendek bertajuk Opera Zaman (Grafindo, 2006) dan mendirikan rumah baca di salah satu daerah gempa di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warga Dusun Gemer secara berkelanjutan bergotong royong membangun rumah baca itu di salah satu tempat di desa terakhir Gunung Merapi di perbatasan antara Provinsi Jateng dengan DI Yogyakarta.

Sukisno mengungkapkan bahwa pihaknya kini telah memiliki sekitar 400 buku dan masih mengharapkan bantuan dari pihak-pihak lain yang ingin menyumbangkan buku untuk pengembangan rumah baca itu.

“Warga lokal memang serius mendambakan kemudahan akses bacaan yang mendidik, bukan saja untuk anak tetapi juga petani setempat, supaya pengetahuan mereka terus berkembang,” katanya.

Sebagian besar warga setempat hidup dari pertanian terutama hortikultura.

Selama ini, katanya, anak-anak petani setempat relatif kurang beruntung karena kekurangan akses buku-buku bacaan.

“Padahal minat baca mereka cukup tinggi. Mereka menyadari bahwa membaca adalah ibu pengetahuan. Mereka memiliki komitmen tinggi sehingga membangun rumah baca,” katanya.

Ia menyatakan rumah baca itu bersifat independen dan tidak untuk tujuan komersial sebagaimana pelopornya yakni milis “Komunitas Merapi” yang menyebut program-programnya selama ini sebagai proyek amal.

Sejumlah pihak lain, seperti Komunitas Terminal Tiga, Penerbit Grafindo, Komunitas Cah Andong Yogyakarta, Komunitas “Koeln”, Jerman, dan Komunitas Melati, Jakarta, katanya, telah memberikan dukungan bagi terwujudnya Rumah Baca “Komunitas Merapi” itu.

Hingga saat ini, katanya, pihaknya terus menggalang bantuan berupa semua kategori buku anak hingga dewasa yang bersifat edukatif, baik untuk anak sekolah maupun petani.

“Rumah baca yang kami buka ini terbuka untuk siapa pun, dan sampai sekarang kami masih melanjutkan pembangunan permanen rumah baca ini,” katanya. (ANT)

Tanggapi posting ini