Profile

 pict0003.jpg
DAAI TV di Wisata Baca
Anak-anak seneng banget dilatih menjahit
___________________________________________

WISATA BACA

Buku adalah gudangnya ilmu dan membaca adalah kuncinya. Tetapi, mengapa kita sering malas dengan kegiatan yang satu ini? Apakah karena buku-bukunya relative mahal dan membosankan? Umumnya kita malah menganggap membaca itu sangatlah tidak penting, pekerjaan sia-sia, buang-buang waktu dan tidak ada nilai ekonomisnya.

Buku dan kegiatan membaca memang kurang populer di kalangan anak-anak dan remaja di banding televisi dan play station. Ditambah lagi dengan ketiadaan akses terhadap buku karena ketidakmampuan membeli serta langkanya perpustakaan yang menyediakan koleksi buku-buku mereka. Sungguh Ironis, tapi itulah faktanya! Padahal membaca adalah kunci ilmu pengetahuan. Pendidikan dan pengetahuan adalah kebutuhan manusia yang sama pentingnya dengan sandang, pangan dan papan. “Manusia yang hidupnya tanpa diisi dengan pendidikan dan pengetahuan yang cukup maka akan menjadi korban dari kebodohannya,” kata Helmy Yahya.

Jika di luar negeri, banyak perpustakaan tersedia gratis bagi seluruh warga. Bahkan secara berkala, ada aktivitas mendongeng dan mengembangkan kreativitas. Pendongengnya cukup profesional, dibayar oleh negara. Lalu, bagaimanakah dengan anak-anak dan remaja kita di tanah air?

Berawal dari keprihatinan kami akan kondisi anak-anak yang terjebak berjam-jam lamanya di depan layar kaca, terbersit mimpi untuk dapat merubah kebiasaan menonton menjadi budaya membaca. Maka lahirlah taman bacaan kecil-kecilan yang kami beri nama “WISATA BACA″, sebagai sebuah upaya menumbuhkan minat baca dan memotivasi anak-anak agar mau mengisi waktu luangnya dengan kegiatan membaca. Kami sadar, mengubah kebiasaan agar terbiasa membaca bukanlah perkara mudah. Namun paling tidak budaya menonton televisi itu bisa sedikit terkikis dengan hadirnya sebuah komunitas taman bacaan.

Koleksi di Wisata Baca saat ini masih terbatas. Namun hal itu ternyata tidak mengurangi minat baca anak-anak. Biasanya mereka datang ke sini sore hari usai pulang sekolah. Awalnya tetangga saja. Tapi kemudian masyarakat sekitar yang datang ke sini. Kebanyakan memang anak-anak. Komunitas inilah yang saat ini lebih betah, ketimbang remajanya. Khusus anak-anak, kami ajak mereka beraktualisasi dan bersosialisasi di depan publik, dengan latihan sandiwara atau menceritakan kembali buku-buku yang telah mereka baca di Wisata Baca. Membaca itu tidak harus dari buku, karena itu kami sediakan alat multimedia interaktif yang dengan mudah dapat mereka akses.

Kami yakin, dengan membaca kita akan menemukan begitu banyak manfaat. Dengan membaca terbuka jendela dunia dan seseorang dapat menerima informasi, memperdalam pengetahuan dan mempertajam kecerdasan. Pemahaman tentang hakekat kehidupan pun akan semakin meningkat.  Membaca adalah kegiatan sederhana yang butuh modal sedikit, namun menuai banyak profit.

Thanks so much buat isteri tercinta yang udah merelakan kamar jahitnya. Thanks juga buat ananda Salma & Hasna yang udah berbagi komputer kesayangannya. Tak lupa, terima kasih juga buat pak DPRD F-PKS Kab. Bekasi (arif yuharistanto), stasiun televisi DAAI TV, surat kabar INDO POS, Majalah ANNIDA, Majalah PERCIKAN IMAN, temen-temen di komunitas taman bacaan dan masyarakat sekitar yang udah ikut berbagi dan dukung literasi ‘wisata baca’. Yang jelas, semua bantuan yang masuk ke ‘wisata baca’ murni kami pergunakan untuk kegiatan literasi ‘Wisata baca’.

MANAJEMEN WISATA BACA

Buku sebagai materi utama dalam Taman Bacaan ini, sebagian besar koleksinya kami peroleh dari membeli buku baru maupun bekas. Kemudian sebagiannya lagi merupakan koleksi relawan dan sumbangan. Beragam buku ilmu pengetahuan tumbuhan, hewan, sejarah, saint, ilmiah, novel, komik, ensiklopedi, biografi hingga budi pekerti tersedia di taman bacaan ini. Karena itu, anak-anak cukup apresiasi dengan keberadaannya, mengingat model perpustakaan seperti ini jarang mereka dapati di sekolahnya.

Untuk mensugesti anak agar lebih nyaman dalam menjelajahi lautan bukunya, buku-buku kami sampul dan susun rapi. Tempat apapun pasti mengasyikkan bagi anak-anak, apalagi kalau koleksi bukunya banyak, pengelolanya ramah dan penuh cinta pada anak-anak. Meskipun Wisata Baca bergerak menempati garasi dan ruang tamu, namun apresiasi dan antusiasme anak-anak tidaklah tenggelam.

Selain buku, di taman bacaan ini kami lengkapi dengan sebuah computer dan perangkat multimedia untuk memutar film-film pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dengan menggunakan perangkat audio visual semacam ini, memang selain lebih menarik, anak-anak juga lebih mudah untuk menangkap pelajaran. Pada kesempatan yang lain, biasanya kami juga membacakan cerita kepada anak-anak yang lebih kecil. Karena itu, kami sangat bersyukur masih bisa berbagi dengan mereka.

Kita sadari, Indonesia memiliki kesadaran yang rendah dalam tingkat membaca dibanding negara-negara lain di dunia. Terbukti, dalam laporan UNDP (United Nations Development Programe) menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index – HDI) berdasarkan angka buta aksara, posisi Indonesia berada pada urutan 112 dari 174 negara. Posisi ini berada di bawah Vietname (urutan ke 109) yang baru keluar dari konflik. Meski banyak yang prihatin, tapi faktanya hanya segelintir orang saja yang mau peduli dengan aktivitas membaca.

Anak-anak adalah pelahap buku yang baik. Apalagi jika buku itu banyak gambar dari tulisannya. Untuk mengatasi hal tersebut, tak segan kami selalu berusaha berburu buku murah dan bekas layak dengan cara mendatangi pameran dan saling tukar koleksi buku dalam jaringan komunitas perpustakaan dan taman bacaan.

Wisata Baca juga meminjamkan buku-buku koleksinya secara GRATIS selama 7 hari. Jika masa peminjaman lebih, si peminjam baru diwajibkan berinfaq. Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk meningkatkan koleksi buku, pemeliharaan dan tertib dokumentasi.

Bagi anak-anak komplek perumahan, dirasakan jelas keberadaan perpustakaan ini sangat membantu mereka. Selain mudah dijangkau, anak-anak dapat menemukan banyak pilihan bacaan yang belum tentu tersedia di perpustakaan sekolah mereka. Dengan adanya perpustakaan mini ini, secara tidak langsung juga telah membawa dampak positif bagi anak-anak kami. Dan kini mereka lebih rajin belajarnya, karena termotivasi oleh teman-temannya.

MIMPI WISATA BACA

Kedepan, di taman bacaan ini, akan kami sediakan crayon, cat air, pensil warna, kertas berwarna, kertas gambar, spidol dan benda-benda kerajinan tangan lain. Jadi kalau anak-anak bosan membaca, mereka dapat berimajinasi apa saja dari alat-alat tersebut. Agar kepercayaan diri mereka lebih berkembang, Wisata Baca menyediakan pula permainan edukatif dan fisik serta tempat untuk menggelar karya mereka di sebuah mading.

Dunia anak adalah dunia bermain. Karena itu, “Wisata Baca” selalu berusaha membuat kegiatan tambahan yang cukup menyenangkan. Misalnya, mendongeng, menggambar, membaca puisi, drama, menjahit dan lain-lain. Selain itu kemampuan anak dapat diapresiasikan lewat perlombaan, seperti cerdas cermat, lomba menggambar, lomba mengarang dan sebagainya.

Buku adalah gudang ilmu, dan membaca adalah kuncinya. Dengan membaca, anak-anak akan terbuka pengetahuan dan wawasannya. Seperti harapan kami, kelak anak-anak ini tidak saja memiliki budi pekerti yang baik dan rajin beribadah tapi juga luas pengetahuannya. Kami memahami, bahwa mengembangkan taman bacaan memang tidak mudah, jika berjalan sendiri. Karena untuk menambah koleksi buku tentu butuh biaya. Dengan mengupayakan komunikasi lewat internet, buletin bulanan dan komunitas taman bacaan, kita ingin berbagi pengalaman dan informasi, bagaimana mengembangkan taman bacaan. Bahkan kalau perlu, kita bisa bekerjasama dan bertukar buku bacaan dengan pengelola lain.

Dari semuanya itu, strategi utama kami untuk pengembangan taman bacaan ini adalah pembaharuan dan peningkatan koleksi buku, sehingga anak-anak tidak cepat bosan dengan koleksi buku yang itu-itu saja. Berikutnya, yang paling penting adalah kreatifitas relawan dan peran serta masyarakat sekitar untuk menjadikan Wisata Baca bukan hanya sekedar menjadi ‘tempat membaca dan meminjam’ tetapi juga menunjukkan kegiatan dan kreatifitas lain yang terus meningkat dan menampakkan hasil.

Kreatifitas lain yang coba kami kembangkan saat ini adalah Pelatihan Menjahit. Peserta pelatihannya adalah ibu-ibu dan remaja putri. Di sini, peserta tidak dipungut biaya sepeser pun alias GRATIS! Peserta pelatihan hanya diwajibkan menyumbangkan sebuah buku bacaan baru atau bekas untuk menambah koleksi taman bacaan. Untuk mendukung ide ini, baru-baru ini telah kami sediakan mesin jahit lengkap dengan mesin obrasnya. Harapan kami cukup sederhana, yaitu para pengunjung dapat diberdayakan potensinya dan buku bekas yang telah mereka sumbangkan menjadi lebih bermakna, karena dapat dibaca oleh orang lain.

Anda ingin buku-bukunya lebih bermanfaat?

Call me 0812-88414199

Desember 2007

33 Tanggapan to this post.

  1. OK SETUJU!

    Balas

  2. Posted by aristorahadi on 11 Januari 2008 at 11:33 am

    Oke, Belajar, belajar dan belajar untuk belajar. Rasulullah bilang, hendaklah engkau senantiasa menjadi orang yang belajar, atau orang yang mengajar, dan jangan pernah menjadi yang (kelompok) ketiga

    Balas

  3. Saya salut dengan Anda & team, semoga bsa menginspirasi terhadap semua orang. Sebentar lagi juga saya akan mengikuti jejak Anda di desa tempat kmi tinggal. Tetap semangat.

    Balas

  4. Posted by ekotefy on 17 Januari 2008 at 11:42 am

    baxcaan ini bagus untuk menambah informasi

    Balas

  5. Posted by wisatabaca on 17 Januari 2008 at 3:57 pm

    tempat apapun pasti mengasyikkan bagi anak-anak, apalagi kalo koleksi bukunya banyak, pengelolanya ramah dan penuh cinta pada anak-anak. meskipun taman bacaan kami bergerak menempati garasi dan ruang tamu, namun antusiasme anak-anak alhamdulillah tidak tenggelam. Bahkan kadang sampai jam 9 malam mereka masih asyik berkutat dilautan bukunya. Apalagi sekarang kami memfasilitasinya dengan sebuah komputer dan televisi 29″ untuk memutar film pendidikan dan ilmu pengetahuan. mimpi kami, suatu saat taman bacaan ini akan menjamur seperti halnya TPA………

    Balas

  6. Posted by rudiana22 on 19 Januari 2008 at 2:09 pm

    Ceuk Pa Juju Sudjana, dosen kuring di IKIP’93 memang diajar kudu ti leuleutik neupi ka dikuburna ( long life education ), insya alloh mun geus diamalkeun nagara jadi maju. tapi ulah poho ngaji-na, meh pinter bari jeung iman, lain pinter neangan liang jang sorangan. Cik atuh pamarentah geura hudang, karunya barudak urang ulah sina ngarit wae, makana neangan kursi kudu ku utek lain ku duit….!

    Balas

  7. Salam Baca!!!

    Kami pengelola Taman Bacaan “Saung Cerdas”, ingin sekali bejajar banyak dari teman2 Wisata Baca…!!!

    Terima Kasih!!!

    “Saung Cerdas”
    Jl. Masjid Ar-Rohmah No.02 Rt.06 Rw.05 Jatirahayu Pondok Melati Bekasi
    Telp.021 912 80711

    Balas

  8. Insya Allah kami dalam waktu dekat juga sedang mulai menggarap Taman Baca yang lokasinya di Pondok Pesantren Syafi’i Akrom Pekalongan.
    Informasi dari blog ini memberi motivasi bagi kami untuk lebih memberikan edukasi bagi anak-anak dan remaja di lokasi sekitar.

    Balas

  9. Selamat buat TB ‘Saung Cerdas’ dan Ponpes Syafi’i Akrom. Pokoknya semangat terus. Teman-teman adalah orang-orang terpilih untuk menjadi bagian dari perbaikan Indonesia ke depan. Bersyukur dan teruslah bersemangat, karena kalian adalah pahlawan literasi dari jutaan orang bangsa ini yang ‘belum tergerak’ harus berbuat apa untuk perbaikan…..

    Balas

  10. Posted by yana on 8 April 2008 at 2:10 pm

    ass.semangat tuk all team yang terlibat dalam wisata baca!!!!
    saya juga ada rencana buat perpustakaan di tempat saya dipinrang Sulawesi selatan(saya sekarang di depok kuliah di PTS Depok).saya udah sosialisaikan ke beberapa teman,alhamdulillah ada yang ngasih respon..nah yang bikin saya bingung,,gimana memulainya,,,pa’ gimana sih bikin proposal buat perpustakaan terlebih buat menggalang dana dalam isi perpustakaan. Mohon sarannya makasih….ditunggu ya pa’
    Semoga cita-cita semua relawan bisa terwujud..Amiin

    Balas

  11. Mewujudkan mimpi, taman bacaan khususnya, penggalangan dana / proposal bukanlah pertama dan bukan yang utama. Yang pertama adalah semangat, ide, kreativitas dan keberanian untuk memulai. untuk tempat, ada temen relawan yang sudah memulainya dari becak yang dimiliki, atau ada juga dari warung rokok yang tak terpakai. Jadi, apapun tempatnya tak masalah. anak-anak kalo sudah hanyut dalam lautan bukunya, tempat apapun pasti mengasyikkan. untuk materi bacaan, bisa dari buku koleksi pribadi, temen deket atau kalo mau door to door satu kampung. pokoknya banyak cara yg bisa dilakukan, tidak harus mengandalkan proposal atau dana masuk. kalo sudah memulai, saya yakin banyak pihak yag akan dengan sendirinya rela membantu. biar tidak mandeg, pengelola harus jitu dalam mengeksplore kegiatan. ok teman. siap memulai? pokoknya semangat terus tuk menjadikan buku lebih bermakna di negeri ini…..

    Balas

  12. makasih kang udah mampir ke blog ana,,, kang bener tuhhh,,, kunci untuk biar indonesia maju ya harus banyak baca,,, bener kan kang?

    Balas

  13. Posted by Beranda Buku ABACA on 18 April 2008 at 1:39 pm

    Assallamu’alaikum Wr.Wb.
    Salam Kenal ya. Wah seneng sekali bisa nemuin blog ini. Boleh numpang promosi nih…
    Budaya membaca yang masih rendah adalah salah satu sebab rendahnya Sumber Daya Manusia Indonesia. Mengingat kegemaran membaca harus dipupuk sejak usia dini, maka keberadaan taman bacaan di lingkungan perumahan sangat dibutuhkan.
    Menyadari hal tersebut bertepatan dengan Hari Anak Indonesia 2007 yang lalu, berdirilah “ BERANDA BUKU ABACA” yang bertempat di Jln. Suromulang Dalam II / 5 Perum Citra Surodinawan Estate Kota Mojokerto. Dengan buku yang masih sedikit dan ala kadarnya, BERANDA BUKU ABACA mencoba memberikan alternatif hiburan edukatif bagi anak-anak disekitarnya. Ternyata mereka menyambut dengan antusias. Ibu-ibu juga ikut senang dengan adanya BERANDA BUKU ABACA tersebut. Alhamdulillah pada Lomba Perpustakaan se-Kota Mojokerto, BERANDA BUKU ABACA meraih juara III kategori perpustakaan masyarakat.
    Namun semangat untuk membaca itu terkendala sarana dan prasarana yang terbatas. Koleksi buku yang sedikit (sebagian besar buku bekas dan pinjaman dari donatur yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu) sangat menghambat kebebasan anak-anak dalam memilih bahan bacaan mereka.
    Terkait hal tersebut di atas, kami BERANDA BUKU ABACA melalui blog ini mengharap partisipasi Bapak/Ibu/Sdr serta berbagai pihak yang peduli masa depan pendidikan anak-anak kita untuk mengembangkan taman bacaan ini. Harapan kami BERANDA BUKU ABACA mempunyai koleksi buku, alat peraga pendidikan dan sarana lain yang memadai sehingga semangat belajar anak khususnya dan masyarakat umumnya lebih berkembang lagi.
    Jazakallah, kami masih ingin sharing lebih banyak lagi

    Balas

  14. salam kenal, kita dah nonton lho liputan profil wisata baca di DAAI TV. Salut.

    http://www.wisata-buku.com

    Balas

  15. salam kenal. kita dah liat profil wisata baca di DAAI TV lho. Salut

    Balas

  16. MARI GALAKKAN ANAK INDONESIA UNTUK MEMBACA…!!!!

    ———————

    saya mengajak kawan-kawan pengelola Taman Baca untuk dapat bertukar link di situs kami:

    http://www.saungcerdas.blogspot.com

    terima kasih!
    salam!!!!

    Balas

  17. Assalamualikum WR WB
    Salut untuk niat yang mulia. Smoga dilancarkan dan dimudahkan dalam mengelola WISATA BACA nya
    Mohon izin untuk melink site ini di http://garasibaca.blogspot.com
    terimakasih.
    Wassalamualaikum WR WB

    Balas

  18. AWW,
    salut untuk kegiatan wisata baca, mudah2an dilancarkan dalam menjalankan Wisatabaca nya.

    silakan mampir di blog saya http://garasibaca.blogspot.com/

    terima kasih
    Wassalam

    Balas

  19. Pa’ yana bingun nih…

    Memulai bikin Rumah BAca itu ternyata ga semudah kita bayangkan yah…
    tapi Tetap Semangat Koq..SEMANGAT!!! he..he..

    Yana udah door to door dan promosi ma temen-temen tapi tanggapan nya masih dikit.
    Doa’in ya Pak…Biar semangatnya tetap Berkobar…he..he..

    Ayo Budayakan Literasi….

    Balas

  20. tetep semangat kawan………..
    harapan itu masih ada………….

    Balas

  21. Alhamdulillah, semoga apa yang sama-sama kita lakukan untuk anak-anak Indonesia akan menjadi sumbangsih yang luar biasa. Dan menjadikan ibadah yang berkesinambungan.

    Balas

  22. Subhanallah, kami pun jadi ikut semangat untuk bisa seperti kru2 di wisata baca dalam menumbuhkembangkan budaya baca di masyarakat.

    Mari berbagi harapan dan semangat

    Hidup itu berharga ketika bisa berbagi dengan yang lain

    Wassalam
    Beranda Buku Kru

    Balas

  23. Assalamu’alaikum
    Membaca adalah jendela dunia. sukses untuk pak Bibit yang telah bersusah payah mengusahakan fasilitas membaca untuk anak2. Salam kenal Pak. kita pernah bertemu dirumahnya pak Data. Saya tinggal di Villa Mutiara Wanajaya.

    Wassalam

    saidi-sanzai.blogspot.com

    Balas

  24. Wassalamu’alaikum wr.wb.
    trm ksh atas kunjungan dan dukungannya. mari jadikan buku lebih bermakna dengan membacanya, dan hadirkan solusi dengan komunitas taman bacaan ……….

    Balas

  25. Assalam wrw wb.
    PEKERJAAN YANG SANGAT MULIA MENYEDIAKAN SARANA UNTUK MENCERDASKAN MASYARAKAT. LUAR BIASA !!! BISA BERBAGI DONG KIAT2
    SAYA JUGA DAH LAMA PUNYA NIAT SPEPERTI ITU TAPI BUKU YANG TERBATAS TERUTAMA BAUT BACAAN ANAK2, GIMANA CARA MENGAJAK ANAK2 SUPAYA BISA MAU MASUK KLUB BACA TAMAN BACAAN, BAGI2 PENGALAMANNYA TERUTAMA CARA MEMULAI DARI PENCARIAN BUKU DAN PENCARIAN PEMBACA.
    SYUKRON JAZAAKALLAOH
    WASSALAM

    Balas

  26. Assalamualaikum Wr. Wb.

    boleh tukeran link ngga di blog ini…

    Balas

  27. Posted by anisa on 10 Juli 2008 at 4:04 pm

    Seneng banget liat keberhasilan wisata baca dlm merintis dan mengelola taman bacaan. Saya sendiri baru merintis di pondok petir sawangan depok, itupun masih sangat sederhana, cuma ngumpulin anak-anak sekitar rumah pada hari sabtu & minggu dan secara bergantian membaca buku dan menceritakaanya kembali ke teman-temannya. Ke depan kita juga ingin bisa berkembang.

    Balas

  28. thanks. salut buat Anisa yg udah merelakan waktunya buat anak-anak sekitar rumah, semoga temen-temen yg lain ikut menyusul. Meskipun terlihat sederhana, tapi itulah titik tolak dari kemajuan bangsa ini. kami yakin itu ……….. good luck!

    Balas

  29. WAW QWH SENENG BGT BUKA N bACa 2 kMeNtAr2 dArI ByK Org
    QwH Mw tAnyA NiCh tMpT WiSaTa bUkU Yg LeNgKAp dMn YA????

    Balas

  30. konsep wisatabaca cukup sederhana, yaitu meminimalisasi hegemoni tv yang udah merebut hati anak-anak dan adik-adik kita. faktanya, lantaran tv mereka enggan untuk bersosialisasi dan menjelajah lautan buku. padahal hal itu merupakan titik tolak dari kemajuan bangsa ini.
    saya bermimpi, dari budaya membaca ini kelak bangsa ini akan maju, seperti bangsa jepang misalnya. Maka tgl 20 Juli 2008 nanti MATIKAN TV! dan serempak kita isi dgn kegiatan yang lebih bermanfaat.
    thanks udah berkunjung ke blog ini……….

    Balas

  31. Posted by tabaaina on 19 Juli 2008 at 9:21 am

    siph! KEREN! kpn2 qt saling berkunjung yuk! :D Kalo ada informasi2 membangun, kabar-kabari ya mbak!

    Balas

  32. askm..
    boleh donk gabung..
    saya cuma mau tanya gimana ya caranya minta bantuan buku untuk diri sendiri….kirim ya ke alamat email saya di : antofpmipa2008@yahoo.co.id, thaks u…

    Balas

Tanggapi posting ini