Indonesia Library and Publisher Expo 2009, Istora Senayan, 17—25 Oktober 2009

Indonesia Library and Publisher Expo 2009
Istora Senayan, 17—25 Oktober 2009

Jika Anda ingin mengetahui koleksi istimewa dan keunikan dari berbagai perpustakaan serta mendapatkan buku dan bahan pustaka dengan harga menarik, pastikan Anda untuk mengunjungi Indonesia Library and Publisher Expo 2009. Pameran Buku dan Perpustakaan ini diadakan tanggal 17—25 Oktober 2009 di Istora Senayan, Jakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI bersama Ikatan Penerbit Indonesia ini diikuti oleh Perpustakaan Nasional dan perpustakaan daerah dari berbagai propinsi di Indonesia (seperti perpustakaan daerah Papua, Waropen, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah), perpustakaan Diknas, Departemen Pertanian, Departemen Kesehatan, Mahkamah Konstitusi, dan Universitas Terbuka. Selain menampilkan koleksi-koleksi terbaik dan layanan yang diberikan kepada masyarakat, di pameran ini, Perpustakaan Nasional RI juga akan menyediakan layanan konsultasi mengenai perpustakaan.

Pameran ini juga diikuti oleh perusahaan penerbitan, seperti Kompas Gramedia, Agromedia, Mizan, Erlangga, Rosda Karya, Salemba Empat, Galaxy, Penebar Swadaya, Widyadara, Republika, Ufuk, Zahra, Prenada, Balai Pustaka, Andi, Lentera, dll. Para penerbit akan menampilkan beragam buku dan tentunya akan memberikan diskon khusus. Bahkan, di Ruangan Kenaga 1, penerbit Kompas Gramedia akan menyediakan buku-buku obral dengan diskon mulai dari 50% sampai 80%. Jadi, jangan lewatkan kesempatan yang sangat baik ini. Lengkapi koleksi perpustakaan keluarga Anda.

Yang menarik dari pameran ini, masyarakat juga bisa mengikuti berbagai acara, seperti Seminar Mengelola Perpustakaan, Lomba Mendongeng Anak-anak, Workshop Speed Reading, Ngobrol Bareng Pustakawan library@senayan, peluncuran dan diskusi buku. Berikut ini adalah rangkaian acara yang bisa diikuti di Indonesia Library and Publisher Expo 2009.

Jadwal Acara Harian
Sabtu, 17 Oktober 2009
·     Pk. 10.00—12.00   Opening Ceremony Indonesia Library & Publisher Expo 2009
(R. Anggrek)
·     Pk. 13.00—16.00   Sarasehan Pustakawan & Penerbit (R. Anggrek)
Narasumber: Agus Umar, S.Ag, S.S, M.Hum (Pustakawan), Suwandi S. Brata (Direktur PT Gramedia Pustaka Utama), Jemianto (Kepala Perpustakaan Umum Kota Malang)
·     Pk. 14.00—16.00   Diskusi ”Tren Ilustrasi dalam Penerbitan Buku di Indonesia”
Bersama Joker Syndicate (Panggung)
·     Pk. 16.00—18.00   Diskusi Buku Negeri Van Orange (Panggung)

Minggu, 18 Oktober 2009
·     Pk. 10.00—15.00   Lomba Mendongeng Anak Kategori Usia 7—9 Tahun (Panggung)
Biaya Pendaftaran Rp50.000 (bingkisan & makan siang)
·     Pk. 10.00—12.00   Lokakarya Penerjemahan Buku Anak & Remaja Bersama Himpunan
Penerjemah Indonesia—HPI (R. Anggrek)
Narasumber: Emma Sitohang Nababan & Maria E. Sundah—HPI
Biaya Pendaftaran Rp50.000 (materi lokakarya)
Pendafataran hub. 0813 176 77494
·     Pk. 13.00—15.00   Jumpa Penulis & Diskusi Buku Bersama Penerbit Gema Insani (R. Anggrek)
·     Pk. 16.00—18.00   Talkshow Kepemimpinan Berdasarkan Golongan Darah Bersama Rajut
Publishing (Panggung)
·     Pk. 16.00—18.00   Diskusi Buku “Kamus Dialek Jakarta” Bersama Komunitas Bambu
(R.  Anggrek)
Narasumber: JJ. Rizal (Peneliti Betawi Foundation) dan Abdul Chaer (Penulis dan Dosen UNJ).

Senin, 19 Oktober 2009
·     Pk. 10.00—17.00   Lomba Perpustakaan Sekolah (R. Anggrek)

Rabu, 21 Oktober 2009
·     Pk. 15.00—17.00   Diskusi Buku ”Kakawin Sutasoma Karya Mpu Tantular” Bersama Komunitas
Bambu (R. Anggrek)
Narasumber: Dwi Woro Mastuti (UI) dan Hasto Bramantyo (STIB Syailendra Semarang).

Kamis, 22 Oktober 2009
·     Pk. 13.00—15.00   Seminar Mengelola Perpustakaan Bersama Pusat Informasi KOMPAS
(R. Anggrek)
·     Pk. 15.00—17.00   Seminar The Leader In Me-Overview for Teacher Bersama Dunamis
(R. Anggrek)

Jumat, 23 Oktober 2009
·     Pk. 09.30—11.30   Seminar Pengembangan Perpustakaan Digital Litbang Pertanian Bersama Pusat
Perpustakaan & Penyebaran Teknologi Pertanian (R. Anggrek)
·     Pk. 14.00—18.00   Workshop Speed Reading: Teknik Membaca Efektif & Efisien Bersama
DR. Sumartoyo—Pengajar Sekolah Tinggi Manajemen PPM (R. Anggrek)
Biaya Pendaftaran Rp150.000

Sabtu, 24 Oktober 2009
·     Pk. 10.00—14.00   Lomba Mendongeng Anak Kategori Usia 4—6 tahun (Panggung)
Biaya Pendaftaran Rp50.000 (bingkisan & makan siang)
·     Pk. 10.00—12.00   Launching Dan Diskusi Novel Iluminasi & Epitaoh (R. Anggrek)
·     Pk. 12.00—14.00   Launching Buku ”Inspiring Life of Habiburrahman” (R. Anggrek)
·     Pk. 14.00—16.00   Launching Buku ”Acara Pidana Indonesia Dalam Sirkus Hukum” Bersama
Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia
Narasumber: Nikolas Simanjuntak (R. Anggrek)
·     Pk. 15.00—17.00   Diskusi Buku Kool School (Panggung)
·     Pk. 16.00—18.00   Temu Penulis Penerbit Republika Bersama Dianing Widya Y, Penulis Nawang
(R. Anggrek)
·     Pk. 18.00—20.30   Senayan Release Party: Ngobrol Bareng Pustakawan library@senayan dan
Developer Software Senayan Library System (R. Anggrek)

Minggu, 25 Oktober 2009
·     Pk. 10.00—12.00   Seminar Parenting: Memotivasi Anak untuk Berprestasi Melalui Kisah Para
Sahabat Nabi Bersama Rumah Pensil Publisher (R. Anggrek)
Narasumber: Eka Wardhana (Penulis & Praktisi Pendidikan Anak Muslim)
·     Pk. 10.00—15.00   Parade Puisi Bersama Sanggar Alam Kita (Panggung)
·     Pk. 13.00—15.00   Jumpa Penulis & Diskusi Buku: Pancasila Bukan untuk Menindas Hak
Konstitusional Umat Islam Bersama Penerbit Gema Insani (R. Anggrek)
Narasumber: Dr. H. Adian Husaini
·     Pk. 16.00—18.00   Temu Penulis Penerbit Republika Bersama Bambang Joko Susilo, Penulis
Jangan Main-Main Dengan Tuhan (R. Anggrek)
·     Pk. 16.00—18.00   Talkshow Nightmare Academy Bersama Rajut Publishing (Panggung)

Informasi dan Pendaftaran
Sekretariat Indonesia Library and Publisher Expo
Telp. (021) 3141907, 3146050, 32986675, 081311058958

ABDURAHMAN FAIZ; SASTRAWAN DAN MOTOR KEBANGKITAN PENULIS CILIK INDONESIA

SUMBER: http://helvytr.multiply.com/journal/item/254/Abdurahman_Faiz_Sastrawan_dan_Motor_Kebangkitan_Penulis_Cilik_Indonesia

ABDURAHMAN FAIZ; SASTRAWAN DAN MOTOR KEBANGKITAN
PENULIS CILIK INDONESIA
( Oleh: Edi Sutarto)

SIAPA MAU JADI PRESIDEN?

Menjadi presiden itu berarti
melayani dengan segenap hati
rakyat yang meminta suka
dan menyerahkan jutaan
keranjang dukanya
padamu

(Abdurahman Faiz, 2003)

Nama Faiz mendadak dikenal publik ketika ia menjadi Juara I Lomba Menulis Surat untuk Presiden tingkat nasional yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (2003) dengan juri: Seto Mulyadi, Ratna Sarumpaet, Agus R. Sarjono dan Tika Bisono. Surat yang ditujukan kepada Presiden ke 5 Republik Indonesia; Megawati Soekarnoputri tersebut kemudian beredar kemana-mana terutama melalui internet.  Banyak sekali tanggapan mengenai surat yang ditulisnya saat kelas II SD tersebut. Faiz pun diserbu wartawan media cetak dan elektronik. Ya, meski terkesan polos tetapi surat itu menunjukkan bahwa penulisnya sangat peka akan situasi sosial politik di Indonesia. Kepekaan yang menyentil para elit politik dan para pejabat, karena lahir dari anak yang belum berusia 8 tahun!

Faiz lahir di Jakarta, 15 November 1995 dari pasangan Tomi Satryatomo dan Helvy Tiana Rosa. Ia telah “mengucapkan” puisi-puisinya sejak usia 3 tahun dan menuliskannya di komputer sejak umur 5 tahun.

Pertama kali Faiz tampil membacakan puisi-puisinya yang pada waktu itu belum dibukukan, adalah atas undangan Nurcholish Majid pada acara peluncuran buku beliau: “Indonesia Kita” yang mengundang ribuan tokoh nasional. Faiz yang masih kelas II SD khusus tampil membacakan beberapa puisi tentang Indonesia, termasuk menyentil kelakuan para koruptor dan elit politik  negeri ini. Ia mendapat sambutan yang sangat meriah. Cak Nur bahkan merasa perlu memberikan bukunya secara seremoni pada Faiz bersama beberapa tokoh nasional lainnya. “Karya-karya Faiz sangat menyentuh nurani, sekaligus menyentak kesadaran kita dalam berbangsa dan bernegara,” tutur Nurcholis Majid yang membingkai karya Faiz di ruang kerjanya.

Tak lama kemudian, Faiz diundang pula untuk membacakan karyanya dalam acara deklarasi Anti Politikus Busuk di Jakarta (2004) bersama mantan Presiden: Abdurahman Wahid, Faisal Basri, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

Selanjutnya Faiz kian sering diundang membacakan dan membicarakan karya-karyanya dalam berbagai forum, termasuk di hadapan Presiden RI ke 5: Megawati Soekarno Putri, Presiden SBY, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, sejumlah menteri dan tokoh-tokoh nasional lainnya.

Megawati mengungkapkan kekagumannya pada kecerdasan Faiz lewat surat balasannya pada Faiz (2003). Faiz juga diundang dalam pencanangan gerakan anti narkoba di Stadion Gelora Bung Karno bersama Presiden Megawati dan membacakan puisinya. Dalam Debat Capres di sebuah stasiun televisi swasta tahun 2004, di mana Faiz diundang sebagai salah satu panelisnya, Amien Rais berkomentar, “Luar biasa. Mas Faiz ini masih sangat muda, tetapi pemikirannya sangat dalam.” Sementara saat bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara dalam pencanangan gerakan berkirim surat nasional untuk anak Aceh dan Nias (2005), Presiden berkata, “Selamat, Faiz. Tulisanmu sangat menyentuh pikiran dan hati.”

Pada tahun yang sama, puisi Faiz “Sahabatku Buku” menjadi juara Lomba Cipta Puisi Tingkat SD seluruh Indonesia yang diadakan Pusat Bahasa Depdiknas.  Ia juga terpilih sebagai Anak Berbakat Indonesia versi Nutrilon yang ditayangkan di Metro TV (2004).

Buku kumpulan puisi pertama Faiz Untuk Bunda Dan Dunia (DAR! Mizan, Januari 2004) sebenarnya adalah puisi-puisi yang ia tulis saat berusia 5-7 tahun dan terbit saat ia berusia 8 tahun. Buku yang diberi pengantar oleh Taufiq Ismail tersebut meraih Anugerah Pena 2005 serta Buku Terpuji Adikarya IKAPI 2005. “Sebuah buku yang sangat indah sekaligus sarat makna dan sangat menyentuh,” ujar Nina Armando dari Ilmu Komunikasi UI, salah satu juri.

Ya, meski masih kanak-kanak, karya karya Faiz sarat dengan perhatian terhadap para wong cilik. “Setelah berpuluh tahun membaca karya sastra anak Indonesia, baru kali ini saya menemukan kepolosan, kesederhanaan, kejernihan, disertai kepedulian yang sangat pada “teman-teman kecilku” yang miskin,” komentar Riris T. Sarumpaet, profesor di bidang sastra anak, yang mengutip puisi-puisi Faiz dalam pengukuhan guru besarnya di UI. Di luar itu Faiz juga berbicara mengenai berbagai persoalan sosial, budaya dan politik dengan gaya yang khas. “Penyair cilik yang sangat peka,” tulis Detikcom.

Untuk Bunda dan Dunia juga merupakan buku pertama yang diterbitkan dalam serial KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) divisi DAR! Mizan (bersama sebuah buku karya Izzati), yang kemudian menginspirasi dan memicu lahirnya para penulis cilik lainnya di negeri ini. Seri buku KKPK rupanya sangat booming, terjual jutaan kopi dan mendorong anak Indonesia lainnya untuk membaca juga menulis. Pada tahun 2008, para penulis cilik KKPK dimotori Faiz dan Izzati menyelenggarakan Konferensi Penulis Cilik Indonesia I (Pencil) dan merekomendasikan beberapa kebijakan dalam hal perbukuan di Indonesia.

Buku kedua Faiz: Guru Matahari (DAR! Mizan 2004), terbit saat ia masih berusia 8 tahun pula, diberi pengantar Agus R. Sarjono mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award 2005. Masuknya Faiz dalam nominasi penghargaan nasional yang didominasi oleh para sastrawan terkemuka di negeri ini mendapat berbagai tanggapan dari dunia sastra Indonesia. Seorang penyair yang belum pernah membaca puisi Faiz dengan sinis berkata, : “Masak puisi anak SD disejajarkan dengan para sastrawan senior?” Namun banyak pula kalangan menyatakan bahwa karya-karya Faiz layak sekali masuk dalam nominasi penghargaan tersebut. “Puisi Faiz tidak seperti puisi anak-anak pada umumnya. Faiz itu penyair. Ini tak dapat dibantah!” kata Agus R. Sarjono. “Sejujurnya, membaca sajak-sajak Faiz saya sungguh-sungguh tercengang. Ia dikaruniai bakat kepengarangan yang luar biasa,” komentar Ahmadun Y. Herfanda, Penyair dan Redaktur Sastra dan Budaya Republika.

“Saya membaca buku Faiz dan mendengar wawancaranya di Radio BBC. Suaranya memang anak kecil, tetapi pemikirannya sangat tak disangka. Saya terkejut mendengarnya,” papar Prof. Dr. Budi Darma, sastrawan dan kritikus terkemuka Indonesia. Sedangkan Taufiq Ismail berkata,“Saya tersentak membaca puisi Faiz. Puisi-puisi Faiz sangat menggugah nurani siapapun yang membacanya. Selain itu kemampuan Faiz menulis dalam perkiraan saya sepuluh tahun melampaui umurnya.”

Buku ketiga Faiz: Aku Ini Puisi Cinta (DAR! Mizan 2005) membawanya meraih penghargaan Penulis Cilik Berprestasi dari Yayasan Taman Bacaan Indonesia (2005). Buku keempatnya sebuah kumpulan esai berjudul: Permen-Permen Cinta Untukmu (DAR! Mizan 2005). Dalam kumpulan esai yang ditulisnya pada rentang tahun 2003-2005 tersebut Faiz banyak mengungkapkan gagasan dan perasaan yang dijalinnya dengan sangat menyentuh.

”Saya tidak bisa tidur setelah membaca buku Faiz ini,” kata seorang ustadz. ”Seharusnya buku ini dibaca oleh semua anggota DPR dan MPR,” kata Suryama, anggota DPR RI pada waktu itu. “Faiz sangat humanis”, komentar Seto Mulyadi via Warta Kota, sedang Koran Tempo menulis bahwa karya-karya Faiz bukan cuma menggugah, tetapi juga menggelitik saraf kritis orang dewasa. Senada dengan itu, almarhum penyair Hamid Jabbar berkata, “Karya-karya Faiz wajib dibaca siapa pun, dari mulai kanak-kanak hingga para pemimpin di negeri ini, biar semakin terasah nurani.” Karena itu pula, Aripin, Kepala Sekolah SDIT Al Hikmah, Bandung menjadikan buku-buku Faiz sebagai bacaan wajib di sekolah tersebut. Alasannya? “Buku-buku Faiz sangat bagus untuk mengembangkan karakter anak bangsa.”

Sebelumnya tulisan-tulisan Faiz pernah dimuat di sejumlah koran nasional antara lain Kompas, Koran Tempo, dan Republika. Bersama beberapa penulis cilik lainnya, Faiz menggagas dan menerbitkan kumpulan cerpen Tangan-Tangan Mungil Melukis Langit (LPPH 2006), untuk membantu biaya sekolah bagi teman-teman kecil mereka yang tinggal di kolong jembatan tol. Karyanya juga terdapat dalam antologi bersama:Matahari Tak Pernah Sendiri (1 dan 2), Jendela Cinta (GIP 2005), Antologi Puisi Empati untuk Yogyakarta (2006) dan Magic Cristal (Mizan, 2008).

Meski sering bertemu berbagai tokoh dan artis, yang paling mengesankan bagi Faiz justru ketika ia berkesempatan membacakan puisi-puisinya di depan teman-teman kecilnya di tepi kali Ciliwung, di kolong tol Penjaringan, serta di panti-panti asuhan. Ia bahkan memiliki sejumlah adik dan kakak asuh yang ia sekolahkan dari royalti hasil menulisnya.

Hingga kini banyak instansi mengundangnya untuk memberi ceramah motivasi, menjadi pembicara dalam berbagai seminar, diskusi dan workshop menulis keliling Indonesia. Sejumlah perusahaan negeri dan swasta kemudian menjadikan beberapa karya Faiz, juga profilnya sebagai bahan iklan layanan masyarakat mereka, antara lain Garuda Food (2005), BNI (2006) dan Telkom (2007).

Tahun 2006 Faiz dinobatkan sebagai Anak Kreatif Indonesia versi Yayasan Cerdas Kreatif Indonesia yang dipimpin Kak Seto. Faiz juga mendapat PKS Award Kategori Anak Indonesia Berprestasi bidang Seni Budaya (2007). Bukunya yang terbit kemudianNadya; Kisah dari Negeri yang Menggigil (2007) diberi pengantar oleh Sapardi Djoko Damono. Dalam pengantar tersebut Sapardi menulis, “Faiz sadar bahwa menulis puisi bukanlah sekedar permainan lagi. Berpuisi, baginya, adalah semacam tugas yang telah diberikan oleh orang di sekitarnya.”

Tahun ini Faiz mendapatkan Anugerah Kebudayaan dari Departemen Pariwisata dan Budaya (2009). Kini selain aktif sebagai penulis, Faiz adalah penggiat Forum Lingkar Pena dan Rumah Cahaya (baCA dan HAsilkan karYA) yang bergerak di bidang sosial budaya untuk pemasyarakatan baca tulis bagi masyarakat, khususnya kalangan dhuafa. Siswa SMP Pribadi Depok ini juga kerap keliling Indonesia, menyemangati teman-teman kecilnya untuk terus membaca dan menulis.

“Aku menulis karena empat hal,”ujar Faiz. Pertama, untuk mengucapkan diriku. Kedua, untuk menyampaikan gagasan dan perasaanku. Ketiga: untuk menolong orang lain, dan keempat —ini tetap harus kusebut—yaitu untuk menyebarkan cinta yang tak pernah selesai….”

Keterangan Foto: Faiz kecil (2004) dan Faiz saat sedang baca doa di depan Presiden SBY (Hari Anak Nasional 2007). Paling atas foto Faiz Mei 2009 :)

Apa Yang Tersisa Dari Pameran Peta Hijau Jakarta?

sumber : http://greenmap.or.id/

Ditulis oleh Bayu Wardhana

Pameran Peta Hijau Jakarta (10-25 Oktober) sudah berjalan hampir satu minggu. Masih ada satu minggu ke depan,  apa lagi  yang masih tersisa? Satu minggu terakhir, ada banyak aktivitas setiap harinya, maka jangan ketinggalan info di bawah ini.

Pameran Peta Hijau
Pada acara ini akan dipamerkan 6 edisi Peta Hijau Jakarta serta hampir seluruh peta hijau yang pernah dibuat di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Peta Hijau Medan, Bukittinggi, Yogyakarta, Kota Gede, Borobudur, Solo, Surabaya, Malang, Makassar, Ternate, dan Buton. Selain itu juga akan ada beberapa peta hijau yang dibuat oleh kota-kota di luar negeri.
Di pameran ini pengunjung akan dapat menyaksikan keunikan peta hijau di tiap wilayah, baik dari sisi batasan wilayah dan hal yang dipetakan, serta cara penyajian informasi pada peta agar mudah dimengerti oleh pengguna.

11 – 25 Oktober 2009
Sabtu – Minggu/ pk. 12.00 – 20.00 WIB.
Senin – Jumat/ pk. 16.00 – 20.00 WIB
Griya BPPI – Badan Pelestarian Pusaka Indonesia
Jl. Veteran I No. 27 , Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa)

Komunitas-komunitas Dalam Peta Hijau
Dalam Pameran Peta Hijau ini mengundang beberapa komunitas untuk mempresentasikan kepada publik, tentang aktivitas-aktivitas nya yang sangat terkait dengan Peta Hijau.  Maka tengok jadual agenda komunitas-komunitas di bawah ini. Semua aktivitas ini dilakukan di Griya BPPI, Jalan Veteran I no 27, pkl. 18.00 – 20.00 WIB

Senin, 19 Oktober 2009 –

Komunitas Citizen Journalism Wikimu.com
Ini adalah komunitas para penulis / pewarta warga dan pembacanya yang ada di situs Wikimu.com. Umumnya pewarta warga ini sini bukanlah jurnalis profesional. Namun lewat tulisan/foto yang ada, para pewarta warga ini mampu merekam, mendokumentasikan kejadian sehari-hari maupun kehidupan di sekitarnya. Dan pada akhirnya, penulis dan pembaca ini pun sering mengadakan kegiatan jalan-jalan dan kuliner, untuk mengulik tempat-tempat di kotanya.
Bagaimana menjadi pewarta warga yang baik? Bagaimana menulis topik-topik yang jitu? Apa saja kegiatan komunitas ini? Hadiri pada presentasi mereka.

Selasa, 20 Oktober 2009 –

Komunitas 1001 Buku
1001Buku adalah jaringan relawan dan pengelola perpustakaan anak yang bertujuan mengantarkan lebih banyak buku pada belia yang kurang beruntung. 1001buku didasari prinsip kerja sukarela (volunteerism) individu membantu komunitas, dan komunitas membantu komunitas.  Kegiatan utama relawan 1001buku adalah 1) Mengumpulkan buku melalui Book Drop Box (BDB), Jemput Bola dan Sapu Jagad 2) Mensortir buku dan mendistribusikan buku terkumpul bagi perpustakaan anak anggota jaringan 3) Memfasilitasi perpustakaan anak anggota jaringan 1001buku 4) Kampanye dan Komunikasi 5) Mengelola Information Technology yang menjadi tulang punggung komunikasi relawan 1001buku.
Maka bila kamu mempunyai buku-buku yang dapat disumbangkan, bawa juga di hari Selasa, sambil mengenal komunitas ini.

Kamis, 22 Oktober 2009 –

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)yang bersekretariat di Planetarium & Observatorium Jakarta, merupakan suatu wadah bagi siapa saja yang mempunyai hobby terhadap ilmu astronomi, yang bersifat low profile dan siapapun dapat bergabung di HAAJ. Menjadi astronom amatir tidak selalu membutuhkan binokuler atau teleskop, tapi cukup mata dan kemauan belajar. Lewat komunitas ini, kita akan menjelajah angkasa malam maupun siang.
Simak presentasi mereka. Bila langit memungkinkan, teman-teman HAAJ ini akan membuka teleskopnya dan mengenalkan langit selatan pada yang hadir.

Jumat, 23 Oktober 2009 –

Komunitas Marine Buddies
MarineBuddies adalah komunitas yang berisi nelayan, komunitas pecinta laut, penyelam, peselancar, fotografer bawah laut, dan lain-lain. Sebuah komunitas yang cair dan positif dalam menjaga sektor kelautan kita. Aneka minat bergabung di komunitas ini, mulai dari diving, snorkeling, fishing, surfing, melindungi dan melepas penyu, bersih-bersih pantai, dll.
Apa saja aktivitas yang bisa kamu lakukan di laut? Datanglah di presentasi Marine Buddies, dan kamu bisa banyak bertanya tentang laut…

Diskusi: Kaitan Situ dan Krisis Air di Jakarta
Dalam beberapa tahun terakhir,  Jakarta selalu dilanda banjir saat musim hujan. Namun menurut data, semakin tahun air tanah di Jakarta semakin berkurang. Kejanggalan apakah yang sesungguhnya tengah terjadi? Mengapa di saat musim hujan kita kelebihan air, dan di saat musim kemarau kita justru kekurangan air? Apa yang harus dilakukan oleh warga Jakarta untuk mengatasi ancaman krisis air di masa depan? Lalu, adakah kaitan peran situ dengan pengendalian banjir dan penyediaan air bersih di Jakarta?

Sabtu, 24 Oktober 2009/ pk. 13.00 – 16.00 WIB
Newseum Cafe, Jl. Veteran I, Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa)
Pembicara:
Fatchy Muhammad – Masyarakat Air Indonesia
Heri Syaefudin – Pegiat Konservasi Situ Pengasinan
Nirwono Joga – Koordinator Peta Hijau Jakarta
Moderator: Shanty Syahril – Pegiat Peta Hijau Jakarta

Workshop Membuat Peta Hijau
Membuat peta hijau merupakan hal yang mudah. Semua orang bisa melakukan, termasuk anak-anak. Semua hal yang menarik di sekitar kita bisa dipetakan dengan menggunakan peta hijau. Namun apa yang membedakan peta hijau dengan peta-peta pada umumnya, serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk membuat peta hijau akan dipaparkan di workshop ini.
Pada acara ini, peserta akan diajak untuk menyusuri kawasan di sekitar Jl. Veteran I, sebagai uji coba untuk mengalami sendiri proses membuat peta hijau.

Minggu, 25 Oktober 2009/ pk.09.00 – 14.00 WIB
Newseum Cafe,  Jl. Veteran I, Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa)
Narasumber: Nirwono Yoga -  Koord. Peta Hijau Jakarta

Semua acara Gratis dan terbuka untuk umum!

Green Tips:
Bawa botol minum/tumbler untuk kurangi sampah plastik air kemasan. Tersedia minuman galon untuk isi ulang.
Ke lokasi acara dengan busway, bis umum atau KRL, untuk mengurangi emisi dan kemacetan. (rute terlampir)

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:
awang | p. 0818986022 | e. ariefdarmawan. p100@gmail.  com

Peta Hijau adalah peta yang dibuat dengan mengusung partisipasi masyarakat lokal dalam memetakan potensi alam dan budaya suatu wilayah, bisa di daerah perumahan, sekolah, pasar, perkampungan, dsb. Hal dipetakan bisa bersifat sangat umum, hingga spesifik seperti peta sepeda atau peta situ. Proses pemetaan bisa dilakukan oleh siapa saja, namun bukan oleh individu, dan tidak diperlukan keahlian khusus.

Bagi yang berminat berburu harta karun, menguak berbagai pesona Jakarta yang tersembunyi, Komunitas Peta Hijau Jakarta mengundang Anda untuk bergabung menjadi relawan!

Peta Hijau – Green Map Jakarta
Telp: +62 21 68465892
Email: petahijaujakarta@ yahoo.com
Mailinglist: greenmapjakarta@ yahoogroups. com
Facebook: Green Map Jakarta

Rute ke Veteran 1:

a. Naik TransJakarta:
Jurusan Blok M – Kota, turun di Harmoni kemudian berganti Jurusan Harmoni – Pulo Gadung, turun di Halte Juanda kemudian berjalan ke arah selatan sekitar 50 m.
Jurusan Pulo Gadung – Harmoni, turun di Halte Juanda kemudian berjalan ke arah selatan sekitar 50 m.

b. Naik KRL:
Naik KRL ke arah Jakarta Kota, turun di Stasiun Juanda, kemudian berjalan ke arah selatan menyebrang melewati Jalan Veteran Raya sekitar 100 m.

c. Naik Bis umum:
Kopaja 20 ( Lebak Bulus – Senen), turun sebelum Masjid Istiqlal kemudian berjalan ke arah utara sekitar 50 m.
Metromini 15 (Setiabudi – Senen), turun sebelum Masjid Istiqlal kemudian berjalan ke arah utara sekitar 50 m.
Bis apa saja yang melewati Stasiun Gambir, turun sebelum Masjid Istiqlal kemudian berjalan ke arah utara sekitar 50 m.

Anak-Anak Cinta Baca

pict0001

Tak lama lagi wisatabaca berulang tahun. Banyak hal yang bisa dipetik selama 2 tahun menebar virus membaca. Kami yakin kalian pasti suka baca buku. Ude ngaku aja…

Selamat…! kalian beruntung masih anak-anak. Kalian akan mengalami petualangan seru en mendebarkan tapi ga kalah azik dan menyenangkan. Kalian akan mendapat pengalaman baru untuk berburu di hutan ilmu; mendaki gunung hikmah, menyelami lautan ma’rifah, menjaring pengetahuan dan  terbang menuju bintang harapan, juga menikmati pesona cahrawala kebersamaan.  Sungguh petualangan yang  akan membawa ke dunia lain yang benar-benar berbeda. Bukan cuma itu, sesungguhnya kalian adalah mega proyek. Satu perubahan besar dan dahsyat ,  yaitu membangun satu peradaban baru, peradaban masa depan, yakni anak-anak cinta membaca, yang asik, yang penuh pesona. Ok, Siap?

Terima Kasih DHL

PICT0024“Setiap muslim yang menanam suatu tanaman atau suatu tumbuhan, kemudian tanamannya itu dimakan oleh burung, manusia atau hewan, maka itu akan menjadi shadaqah baginya.” [Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Al Muzara’ah, dan oleh Muslim dalam kitah Al Masaqah, dari hadits Anas.

Hal pertama jika ingin maju hanya ada satu yaitu membaca. Jika ingin generasi muda suka membaca, hal pertama biarkan mereka membaca kesukaan mereka. Setelah mereka punya rasa senang membaca maka berikanlah mereka bacaan seperti novel dan buku-buku yang lain. Tidak mungkin jika kita ingin anak senang membaca langsung diberi buku kimia atau fisika. Membaca dan menulis adalah awal suatu kemajuan, baik individu, kelompok masyarakat, maupun suatu bangsa. Dari sinilah, ilmu pengetahuan dituangkan, digagas, ditransformasikan dan diabadikan.  Buatlah buku sebagai  mata dunia dan tidak hanya menjadi slogan…..

Terimakasih DHL ….

Terimakasih volunteer ….

“Mahkota Ketegaran” untuk Penghafal Al-Qur’an

2/7/2009 | 10 Rajab 1430 H | Hits: 517

Oleh: Tim dakwatuna.com


Kirim Print

hanyaandquran_300_0dakwatuna.com – Gaza, PM Palestina Ismail Haniyah menyatakan telah menyiapkan hadiah untuk penghafal al-Quran terbaik dari acara “Taajul Waqar” (mahkota ketegaran) dan menunaikan umrah ke tanah suci Makkah.

Hal tersebut disampaikan Haniyah dalam inspeksi ke perkemahan “Tajul Waqar” yang diselenggarakan Darul Quran dan Sunnah di distrik Gaza. Di sela-sela kunjungan, Haniyah mendengarkan para penghafal al Quran dan merasa kagum dengan tilawah dan hafalan mereka.

Haniyah menegaskan bahwa pembebasan tanah Palestina tidak akan terjadi kecuali di tangan para generasi yang menghafal kita suci Allah dan mengamalkannya. Dia menambahkan, “Kemenangan Gaza dalam “perang pembeda” terakhir tidak lain karena keutamaan al Quran dan para ahli al Quran. Seluruh dunia harus begadang dan menghabiskan berjuta-juta untuk mendidik anak-anak mereka berdansa dan bernyanyi. Mereka menyelenggarakan program-program dan pelatihan-pelatihan serta yang lainnya. Namun warga Gaza begadang untuk mendidik anak-anak mereka al Quran dan ilmunya.”

Perdana menteri menyampaikan terima kasih kepada Darul Quran dan Sunnah atas usahanya untuk menjaga kitab suci Allah.

Menurut Ketua Darul Quran dan Sunnah, Dr. Abdurrahman al Jamal, program ini dilaksanakan pada saat liburan sekolah musim panas. Dengan tujuan memanfaatkan masa liburan ini untuk membentuk generasi Qur’an yang siap dan mampu bertanggungjawab membebaskan tanah air dan kewajiban berdakwah di jalan Allah ta’ala.

Ia menyebutkan bahwa program mahkota ketegaran ini serempak diselenggarakan di seluruh penjuru wilayah Jalur Gaza dan berlangsung selama 60 hari diikuti 10 ribu siswa-siswi yang ingin menghafal al Qur’an.

Program mahkota ketegaran ini adalah program lanjutan untuk Tahfidzul Qur’an (menghafal al Qur’an) yang digalang lembaga Darul Qur’an dan Sunnah selama ini. Setelah sebelumnya pada liburan musim panas tahun 2007 program yang sama dilaksanakan selama 60 hari. Dari program ini di tahun 2007, tercatat ada 400 hafidz dan hafidzoh (penghafal) al Qur’an penuh (30 juz), sebagian lain hanya hafal sejumlah juz. Musim panas tahun 2008, program hafalan al Qur’an dengan nama ”Tabashir Nasr” digelar dan berhasil mencetak sekitar 3 ribu siswa-siswa penghafal al Qur’an baru. (seto/ip)

Liburan Di Pesta Buku dan PRJ

banner2PESTA BUKU JAKARTA

27 JUNI – 05 JULI 2009

banner

Jakarta Fair Kemayoran 2009

Berlangsung dari 11 Juni – 12 Juli 2009
Pekan Raya Jakarta Buka pada :

Senin – Kamis : 15.30 WIB s/d 22.00 WIB
Jum`at : 15.30 WIB s/d 23.00 WIB
Sabtu – Minggu : 09.30 WIB s/d 23.00 WIB


Harga Tiket Masuk PRJ :

Senin – Kamis : Rp. 15.000
Jum`at – Minggu : Rp. 20.000


SEMUA BERMULA DARI CINTA

pict0001Rabu siang itu telah menjadi sejarah tak terlupakan bagi anak-anak wisatabaca. Meskipun hujan turun membawa petir dari langit, meskipun jalan telah diselimuti banjir setinggi lutut bocah, ternyata masih ada yang membagikan secercah kepedulian.

Ditengah guyuran hujan kala itu, wisatabaca kedatangan seorang tamu. Penampilan mereka sederhana. Pun sikap mereka apa adanya. Tapi ada cahaya di sana. Ada yang memancar dari orang-orang sederhana yang mendukung aktivitas baca. Wajahnya bersahaja. Mereka mengeja hidup agar tetap peduli pada sesama. Betul-betul seperti mimpi. Terasa sampai detik ini.

Merenungi sejarah siang itu, saya jadi teringat sebuah film, judulnya “Bed of Rose”. Dalam film itu, dikisahkan seorang laki-laki pemilik toko bunga. Dia sering keliling kota, melihat-lihat aktivitas warga. Jika ketemu seorang warga sedang dirundung duka, dia akan menghantarkan sendiri rangkaian bunga itu, dengan harapan orang yang sedang sedih itu akan kembali bersemangat dan gembira.”Di situlah sensasinya. Saya baru merasa bahwa hal-hal kecil kadang sering tidak kita pikirkan, bahwa itu bisa membuat orang lain merasa bahagia dan kembali semangat,” katanya. Ya, hal-hal kecil. Itulah yang mungkin sering terjadi di sekeliling kita. Namun sering juga kita abaikan.

Pada dasarnya itulah cinta dan kepedulian. Ya, dengannya kita bisa bagikan kebahagiaan. Maka, jika di dalam hati kita tidak ada niat ikhlas untuk berbagi atau saling memberi, kebahagiaan itu tidak akan dapat kita temukan. Ternyata, kebahagiaan memang bukan dicari, melainkan diciptakan oleh hati kita, yang bisa ditebar di mana-mana. Ya, semua bermula dari diri kita sendiri. Semua bermula dari “cinta”.

Belajar Dari Gola Gong

PICT0002 Beberapa hari ini banyak kejadian yang benar-benar menggugah hatiku, kelaparan yang terjadi pada seorang wanita hingga harus meregang nyawa, remaja yang mengakhiri hidupnya dengan narkoba,  sang ayah yang lebih memilih gantung diri lantaran ketiadaan makanan yang cukup bagi keluarganya, kasus gizi buruk dan anak balita terguyur kuah bakso di televisi yang membuat nafsu makanku menurun drastis.
Saat itu, aku sedang naik KRL penuh sesak menuju Stasiun Kota. Ya Allah, inikah angkutan rakyat? Naruh kaki saja susah banget. Selepas Senen, gerbong KRL agak  lowong. Lalu muncul sesosok balita laki-laki tengah tertatih menggerakkan sapu lidi, menyapu sampah yang dibuang sembarangan oleh para penumpang kereta. Dia bergerak maju dengan posisi jalan jongkok, sebentar-bentar berhenti dan menatap ke sekeliling dengan mata sayu dan memelas. Ternyata bukan aku saja yang tersedot perhatiannya pada anak kecil itu. Nyaris semua penumpang terenyuh menyaksikannya. Siapa yang tega menyaksikan anak berusia sekitar empat tahun “menyapu’ lantai gerbong kereta api demi menghidupi diri? Ketika hendak menyapu dihadapanku, tiba-tiba seorang anak perempuan seusia kelas enam SD, membentak anak balita itu, lalu mengajaknya pergi. Si balita pun akhirnya bergegas bangun dan membiarkan sampah berserak kembali, lalu segera menyusul “sang kakak”. Dengan rasa ingin tahu, akhirnya mataku pun ikut bergegas mengikutinya. Selanjutnya, si perempuan ABG itu duduk menyender di sambungan gerbong sambil asyik menghitung rupiah yang telah dikumpulkan si balita. Dia tak peduli sekeliling, apalagi pada “adiknya”. Aku pun mengelus dada. Nyeri! Se-nyeri membayangkan Pesawat TNI yang menelan prajuritnya lantaran dimakan usia. Sungguh, semakin membuat miris dan memar hati, hidup di negeri yang “katanya” makmur ini.

Tahun 2009 baru 1/2 jalan menjelang, telah disambut dengan keprihatinan dan nyeri yang begitu mendalam. Meski, harapan tetap menyalakan lilin di hati. Masih ada, pasti masih ada calon-calon pengubah wajah negeri ini, menjadi lebih baik lagi. Para pengubah yang memaknai hidupnya agar “lebih berarti”.

Gola Gong! Siapa yang tak kenal Gola Gong? Sang novelis remaja yang aktif mengelola taman bacaan Rumah Dunia (www.rumahdunia.net). Dalam bukunya, ia pernah katakan; ”Saat saya mengalami kecelakaan terjatuh dari pohon di usia 10 tahun dan harus merelakan tangan kiri diamputasi sebatas siku, saya memulai hidup baru dengan menyandang predikat “si buntung”. Akan tetapi, kedua orang tua saya telah membimbing dan membesarkan saya dengan penuh cinta dan ilmu, bukan dengan harta. Dengan kedua hal itu, saya memulai petualangan baru dengan mengenali potensi diri saya…………..” Akhirnya, dengan cinta itulah taman bacaan Rumah Dunia dibangun dengan kata-kata. “Percayalah, Allah tidak akan menciptakan beban tanpa menciptakan pundak. Oleh karena itu, kita sebagai pengemban amanah pundak itu, haruslah terus memperkuat diri. Hidup ini terasa indah jika kita mengisinya dengan cinta. Maka nikmatilah……”

Terimakasih untuk rencana indah-Mu, ya Allah. Kau kirim pengingat disaat yang tepat, bimbinglah kami, agar selalu menjaga amanah-Mu. Walau apa yang ku kerjakan ini hanya setitik di lautan-Mu. Bahwa setiap manusia yang lahir di dunia membawa takdir dan potensi yang berbeda-beda. Bahwa, standar kemuliaan seseorang di sisi Allah adalah bagaimana mengoptimalkan potensi yang diberikan itu lebih bermakna dan mempesona di jalan takwa. Sehingga masa yang masih dalam genggaman ini, menjadi masa yang kelak dikenang keindahannya dan dikenang pula hal-hal terbaik yang pernah kulakukan…….

Sepenggal Episode Kebesaran Allah Di Lereng Ciremai

ini bagian kedua tentang kisah perjalanan 7 pendaki yang tersesat di Lereng Ceremai.

SEPENGGAL EPISODE KEBESARAN ALLOH DI LERENG CIREMAI

Sabtu,24/05/09, jam 16.00 (Lereng Ciremai)

Tujuh Personel yang menaiki Gunung Ciremai , 1 dari Cirebon (Fredi) 6 dari Bekasi Timur (Iwan, Abd.Hatni,Warso, Didi, Widi, dan Gembong) dalam perjalanan turun setelah mendaki Ciremai, mereka ingin turun Lewat Jalur Linggar Jati, tapi mereka mendapatkan kesulitan bahwa ternyata jalur turun mereka bukan ke arah LinggarJati melainkan Jalur Tikus ( jalur yang tidak biasa d pakai pendaki Gunung) Jalur Tikus adalah jalur warga setempat untuk menuju Kawah burung Walet.. apalagi mereka mengalami kesulitan ketika Satu diantara mereka, Akh Iwan terjatuh ke jurang…setelah dievakuasi oleh kawan2nya dan dalam keadaan Luka, maka disepakati bahwa, harus ada yang turun untuk meminta Bantuan, dan Widi ( yang diperkirakan masih segar) lalu Fredi (Guider dari Cirebon) mereka diutus untuk meminta bantuan dengan turun lebih dulu. Disepakati pula seandainya dalam 2×24 jam tidak datang pertolongan dari bawah maka 5 personel yang tertinggal di atas akan berinisiatif turun

Sabtu,24/05/09, jam 19.00 (Bekasi)

Informasi itu datang jam 19.00 hari sabtu diterima oleh Akh Ali Koordinator Kepanduan KORCA Bekasi Timur….

Salah seorang diantara kami jatuh ke jurang….!!! Itulah informasi WIDI yang sampai saat itu dan di respon oleh Akh Ali di Bekasi Timur…

Sabtu,24/05/09, jam 19.00 (Lereng Ciremai)

Perbekalan sengaja ditinggalkan untuk 5 personel yang tinggal . dengan berbekal Air dan senter, Kedua orang ini menuruni lereng untuk meminta bantuan….

Dalam keadaan Hujan malam Hari yang deras mereka turun, tidak bertahan lama mereka harus berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan turun karena situasi kondisi tidak memungkinkan….!!!

Ahad,24/05/09, jam 01.00 (Bekasi)

Team Bekasi meluncur ke Kuningan…….Ciremai

Ahad,24/05/09, pagi , sore s/d malam (Lereng Ciremai)

Siang hari Berdua, Widi dan Fredi melanjutkan perjalanam turun,… tanpa tahu arah pokoknya turun,…. Mereka berharap bisa bertemu warga yang sedang mencari kayu atau naik ke kawah wallet. Mereka merasakan bahwa tersesat dan bingung. Sadar bahwa apa yang dilakukan salah mereka berdua kembali naik keatas..,,, kembali berharap sampai jalur pendakian saat dia turun , sambil juga seandainya keberuntungan berpihak dan bertemu dengan pendaki gunung yang lain….. Pantang tak bisa di Hadang aral tak bisa dicegah,…Perjalanan keatas mendapatkan kesulitan ,…dan tak sesuai dengan Jalur yang di inginkan…. Hingga…..tersesat….

Ahad,24/05/09, pagi (Kaki Ciremai, Pesantren Khusnul Khotimah, Posko LinggarJati)

Team Bekasi, Personal Relawan Bantuan Khusnul Khotimah, Jagawana Posko Linggarjati mengadakan koordinasi penyisiran dari arah Linggar Jati…..

Bola salju bantuan bergulir Kepanduan Jabar, Alamiy Indonesia, Las Tamu Bekasi, Bulan sabit Merah, Rumah zakat, Basarnas, Kepolisian,TNI, Gabungan Pecinta Alam) tergabung dalam SatKorLak…… Melakukan koordinasi Titik Penyisiran…..!!!

Ahad,24/05/09, sore s/d malam (Lereng Ciremai)

Intensif melakukan penyisiran dan pengiriman regu untuk naik ke atas…Berdasarkan koordinasi diadakan pengalihan pencarian melewati posko jalur Palutungan,…. Team Relawan Internal Ikhwah dari Jawa Barat mendominasi (Kepanduan, Alamy, Tamu,Bulan Sabit Merah, Rumah Zakat)…..Kepanduan Bekasi Kota/Kabupaten,Depok,Cireb on,Indrayu, Bandung, Garut hampir merata di Jawa Barat berdatangan, bahkan Team dari Jogja dan semarang juga turun untuk membantu…. Lebih dari Personal tercoordinasi dalam catatan terakhir

Ahad,24/05/09, page , sore s/d malam (Lereng Ciremai)

5 orang yang bertahan dalam keadaan cuaca Hujan,Kabut dan dingin yang sangat…..mereka menunggu hingga bantuan datang…. Dengan perbekalan yang menipis, Alhamdulillah Persediaan air bisa tertutupi dengan menampung air Hujan…..tetapi terbatas karna tempat menampung juga terbatas….!!!! Mi instant bbrapa bungkus, supplement Madu yang digunakan sebagai penambah tenaga untuk bertahan masig bisa dimanfaatkan …. Bahkan Luka yang cukup serius di kepala Akh iwan bisa sedikit dirasa nyaman dengan dikucur dengan Madu( SUBHANALLOH) luka tidak lagi mengeluarkan darah sepeti semula…. sesuatu ilmu yang baru ….

Senin,25/05/09, page , sore s/d malam (Lereng Ciremai-Widi Fredi)-
(Kaki Ciremai-SatKorlak )-( Lereng Ceremai-2345 DPL-5 korban bertahan)

Lereng Ciremai-Widi Fredi

Dalam keadaan Lemah Senter Terjatuh tidak membawa alat Bantu-golok,…. Berjalan dan baerjalan, berharap dan Berharap akan Pertolongan ALLoh….

Kaki Ciremai-SatKorlak

Intensif melakukan penyisiran , gabungan Relawan melakukan dari berbagai arah bertahap dan estafet team terus bertambah….belum mendapatkan petunjuk…..

Lereng Ceremai-2345 DPL-5 korban bertahan

Sebagaimana Kajian Liqo dengan nuansa yang LUAR BIASA , saling Tausiyah Sholat Berjamaah, Bacaan Qur’an menggema di Lereng Ciremai disaksikan Hamba Alloh yang sujud dan ruku’ akan Kebesaran ALLOH dan mereka menjadi saksi SEKALIGUS meng-Amin kan Do’a2 panjang nan khusyuk yang mereka Panjatkan KEPADA ALLOH ,atas Keteguhan ASHABUL KAHFI atas nilai-nilai KEBAIKAN dan KEMULIAAN…..

Selasa,26/05/09, Pagi (Lereng Ceremai-2345 DPL-5 korban bertahan)

Penantian yang panjang dalam keterbatasan dan Kelemahan keputusan bahwa dalam 2×24 jam inisiatif harus bergerak diambil , bertahan dalam dinginnya cuaca, Hujan yang berkepanjangan, asupan makanan yang minin dan suasana yang ….tidak kondusif dikawatirkan terjadi HypoTermia,… maka saatnya keputusan turun diambil,….lewat jalur mana saja yang penting turun,….. Meninggalkan sesuatu yang tidak dibutuhkan Baju , sesuatu yang memberatkan satu/satu di buang dalam perjalanan, yang tersisa hanya sedikit mie instant kue,dan air Hujan Tampungan –jatah yang amat sedikir jika harus berbagi 5 Orang-…..SUBHANNOLOHU,.. ALLOh Maha Tahu hamba2nya yang SHOLEH,…

Selasa,26/05/09, siang ( LerengCiremai +- 2500 DPL-Fredi-Widi)

MAHA SUCI ALLOH ….Team SAR berhasih menemukan keduanya dalam keadaan Lemah tanpa Bekal sedikitpun selama 2 Hari) segera di evakuasi ke RSUD 45 Kuningan…..

Berdasarkan informasi yang masih terbatas Team SatKorLak (SAR Gabungan -Kepanduan-Alamy ) menentukan titik koordinat dan Focus pencarian di Jalur turunan puncak-Palutungan di bawah Tegal KiJamuju…kira2 (+/-2250 DPL)…

Rabu,27/05/09, pagi , sore s/d malam (Kaki Ciremai-palutungan -SatKorlak )-( Lereng Ceremai-2200 DPL-5 korban Bergerak Turun)

RSUD 45 Kuningan -Widi, Fredi

Mendapatkan perwatan infuse, karena kondisi yang sangat lemah Kaki Ciremai-SatKorlak

Kembali Intensifitas penyisiran dilakukan, gabungan Relawan menemukan petunjuk berupa suratsingkat yang terulis “ikuti, saya turun lewat jalur air.” Dan juga banyak ditemukan petunjuk baru berupa bungkus Madu bungkus plastik dan t4 berteduh…!!!SELEBIHNYA …tidak ada tanda tanda berarti yang membantu…..

Lereng Ceremai-+-2000 DPL-5 korban turun Gunung

Sebagaimana dalam keterbatasan dan lemahnya Tubuh mungkin amat sulit untuk bisa bertahan berjalan Jauh tapi sekali lagi BUKTI KEBESARAN ALLOH justru akh Iwan yang dari awwal jatuh sampai hari keDua hingga diputuskan untuk Turun beliau mampu berdiri dan berjalan walaupun harus dengan papahan …..SUBHANALLOHU….

Kamis,28/05/09, pagi…. –EPISODE MENGHARUKAN

Pagi ini raut wajah yang tidk ada senyum, rasa cape pun tidak dirasa, sembari bertannya Tanya dimana dikau ya Saudaraku,…..!!! bahkan Akh Widi yang sudah bisa diajak untuk menunjukkan lokasi pun harus dibawa Pake Motor trail menuju cigowong,…titik akhir jalur terbawah hutan,……belum menggembirakan,….Team Bawah yang siap Aplusan dibentuk untuk menggantikan jika ada team yang turun,…. Bersiap siaga…ada yang tidak sabar kenapa harus ditahan untuk ke atas padahal yang dibawah lebih dari 100 orang dari berbagai elemen, Dan memang team yang tersebar diatas sudah juga lebih dari 120 yang sedang menyisir dan ada yang sudah 2 hari ada yang 3 hari bertahan di hutan.

Jam 11.00 teriakan TAKBIR dan balasan ALLOHU AKBAR kencang terdengan dari POsko GAbungan Jawa Barat….Sontak semua berkumpul dan bersiap dengan gerakan masing2 , persiapan Medis Mobil Ambulan…… 1 ambulan. 2 mobil Basarnas mersegera menuju tiik terakhir mobil bisa meluncur jam 11.30 ,wajah Shahabatku satu persatu muncul di bonceng motor trail menuju ambulan dan Mobil REsque,… Episode MENGHARUKAN teriakan TAKBIR ,TAHMID, dan TAHLIL tak henti di teriakkan….!!! BUKTI KEBESARANMU YAA ALLOH…

( Terakhir 5 orang ditemukan bbrapa ratus meter dibawah dari Koordinat yang disisir….mereka berada di Kebon sayur milik Petani , Dalam Perjalanan dan Perjuangan Panjangnya mereka sampai juga didaerah Pasik Isik 1 jam perjalanan dari Cigowong, mereka di temukan oleh team Relawan Masyarakat setempat yang dengan sukaRela membantu proses Pencarian dari awal….) 2jam perjalanan dari Posko Palutungan, dan ini berarti sebuah prestasi yang Luar Biasa dan atas KEMAHA BESARAN ALLOH mereka bisa bertahan,… sebuah kisah yang amat menarik apabila digali dari setiap mereka yang terlibat,…pelajaran2 Berharga yang Alloh sudah tunjukkan melalui episode perjalanan kehidupan, bahkan Guyonan candaan masih mereka bisa Lakukan dalam himpitan suasana seperti itu,….ketika kami berada dalam ambulan yang membawa akh Iwan pun Bliau menangis sesunggukan dan haru atas perhatian yang diberikan …Bliau tidak menyangka bahwa antusiasme Akan Aura kepedulian ditunjukkan tanpa Pamrih dan diliput mungkin tidak hanya Media Televisi Lokal, bahkan Life dari Lapangan,…

Semoga menjadi wasilah Pembelajaran bagi QT semua.)